1 Warga Boyolali Ada Di Kapal Diamond Princess Yang Terkontaminasi Virus Corona
Agus Wahyudi dan Sri Wahyuni menunjukkan foto anak mereka Dimas Wahyu Pratama yang masih berada di kapal Diamond Princess, Selasa (25/2/2020). (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI -- Warga Boyolali, Dimas Wahyu Pratama, 23, ikut terjebak bersama kru dan penumpang Kapal Diamond Princess di Perairan Yokohama, Jepang.

Dimas tidak tertular virus corona yang menjangkiti sejumlah penumpang. Namun dia belum bisa keluar dari kapal atau pun pulang ke Indonesia.

Hal itu membuat keluarganya cemas dan khawatir bukan kepalang.

Kedua orang tua Dimas, Agus Wahyudi dan Sri Wahyuni, hanya bisa berdoa dan berharap putra mereka itu segera pulang.

“Kami berharap kepada pemerintah Indonesia agar Dimas dan WNI lain segera dievakuasi,” ungkap Agus kepada wartawan di rumah mereka, Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Selasa (25/2/2020) siang.

Underpass Transito Solo Diprediksi Rampung September

Agus pun bercerita tentang putranya itu. Selepas jenjang SMA, Dimas mengikuti kursus kru kapal pesiar Royal Seasons di Solo selama tiga tahun dan lulus pada 2016.

Diamond Princess menjadi kapal ketiga yang menjadi tempatnya bekerja. Dimas ikut membantu orang tuanya menafkahi keluarga.

Agus dan istrinya, Sri Wahyuni, bekerja sebagai pemain orkes dangdut dan kesenian. Sebelum bekerja di Diamond Princess, Dimas sempat pulang ke Boyolali sekitar Agustus 2019.

Dimas kemudian kembali berlayar pada September dengan Kapal Diamond Princess. Ibunda Dimas, Sri Wahyuni, terakhir kali berkomunikasi dengan sang putra pada Selasa pagi.

Didukung 6 Parpol dan Tim Independen, Joswi Pede Tatap Pilkada Sukoharjo 2020

Sri makin khawatir lantaran diberi kabar jumlah penumpang yang terjangkit virus corona bertambah menjadi sembilan orang.

Meski sudah menjalani karantina di kapal, ruang gerak yang terbatas membuat peluang tertular tetap ada.

Sebelumnya, Dimas bersama belasan kru asal Indonesia juga kerap mengirimkan video ke ponsel Sri.

Dalam video itu terlihat Dimas memakai masker sambil membawa kertas bertuliskan harapan agar segera dipulangkan.

Bawa Tasbih, Tersangka Susur Sungai Maut SMPN 1 Turi Sleman Minta Maaf

"Selain itu kami khawatir soal makanan yang dia makan. Biasanya bukan makanan segar, tapi yang sudah diawetkan beberapa hari sebelumnya," imbuh Sri.

Hingga kini keluarga belum mendapatkan kabar kapan evakuasi bakal dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

“Kalau dievakuasi permintaan keluarga adalah naik pesawat, jika naik kapal bisa memakan waktu hampir sebulan untuk tiba kembali di Indonesia,” tutur Sri.

Dia mengaku baru bisa lega jika sang putra bisa pulang ke Indonesia.

Sri siap menunggu sampai Dimas selesai menjalani karantina di Indonesia untuk memastikan kondisi kesehatannya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho