SOLOPOS.COM - Sri Mulyani-Yoga Hardaya dilantik menjadi Bupati-Wakil Bupati Klaten periode 2021-2026 secara virtual dari Pendopo Pemkab Klaten, Jumat (26/2/2021). (Istimewa/Humas Setda Klaten)

Solopos.com, KLATEN–Pasangan Bupati-Wakil Bupati (Wabup) Klaten, Sri Mulyani-Yoga Hardaya, genap setahun memimpin Kabupaten Bersinar sejak dilantik pada 26 Februari 2021 lalu. Selama setahun, Mulyani mengatakan banyak prestasi yang diraih tetapi banyak pula pekerjaan rumah (PR) yang harus dirampungkan.

Di antara penghargaan yang diraih Bupati Klaten yakni Anugerah Parahita Ekapraya, Natamukti Award, Kabupaten Layak Anak, Top 10 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jawa Tengah, Keterbukaan Informasi Publik Award, serta penghargaan lainnya.

Promosi Mitsubishi XForce: Stylish untuk Wanita, Praktis buat Ibu Muda

“Alhamdulillah banyak prestasi tetapi masih banyak yang harus dibenahi, masih banyak PR yang harus diselesaikan. Sehingga apa yang kemarin kami peroleh patut disyukuri dan saya berterima kasih kepada jajaran ASN dan masyarakat Klaten karena prestasi ini untuk mereka. Karena merekalah yang banyak bekerja. Saya sebatas pendorong saja,” kata Mulyani saat ditemui wartawan di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (1/3/2022).

Baca Juga: Bupati Sri Mulyani: Klaten Kekurangan ASN

Mulyani mengatakan sejumlah PR yang harus diselesaikan segera yakni penurunan angka kemiskinan. Sebagai informasi, angka kemiskinan di Klaten pada 2021 berdasarkan data BPS sebesar 13,49 persen. Angka itu meningkat dibandingkan 2020 sebesar 12,89 persen, 2019 sebesar 12,28 persen, dan 2018 sebesar 12,96 persen.

“Di tahun kedua ini tentunya saya ingin menurunkan angka kemiskinan di Klaten. Caranya bagaimana? Pada APBD Perubahan 2022, seluruh RTLH [rumah tak layak huni] kami data sehingga setiap tahun anggaran kami maksimalkan penganggaran untuk menyelesaikan rehab RTLH. Kemudian UMKM harus didorong harus difasilitasi agar UMKM bisa berkembang dan menjadi salah satu penopang perekonomian di Klaten,” kata dia.

Mulyani berharap angka kemiskinan di Klaten bisa menurun mencapai 10 persen. Pasalnya, sebelum ada pandemi Covid-19, angka kemiskinan di Klaten sempat menunjukkan tren penurunan. Namun, angka kemiskinan kembali meningkat sejak pandemi.

Baca Juga: Provinsi Surakarta Menghangat Lagi, Begini Tanggapan Bupati Klaten

Terkait perbaikan infrastruktur terutama jalan kabupaten, Mulyani mengatakan menjadi salah kegiatan dasar dan wajib. Dia menjelaskan setiap tahun dialokasikan anggaran untuk perbaikan jalan mulai dari pemeliharaan hingga peningkatan jalan.

“Infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan itu kegiatan dasar dan wajib. Setiap tahun anggaran harus kami maksimalkan. Infrastruktur di Klaten memang ada beberapa titik jalan yang kondisinya tidak baik karena salah satunya faktor hujan dan memang kegiatan pemeliharaan atau peningkatan jalan belum bergulir. Tetapi di Maret-April sudah mulai. Ini sudah mulai proses menyiapkan dokumen, pelelangan di BLP seteah itu tinggal pelaksanaan,” kata Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya