1 Sekolah di Klaten Ditutup, Swab Antigen 5 Siswa dan 1 Guru Reaktif

Penutupan satu sekolah negeri di Kecamatan Polanharjo dilakukan hingga waktu tak terhingga.

 Ilustrasi. Petugas bersiap melakukan swab antigen di Klaten. (istimewa/klatenkab.go.id)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi. Petugas bersiap melakukan swab antigen di Klaten. (istimewa/klatenkab.go.id)

Solopos.com, KLATEN—Satu sekolah negeri di Kecamatan Polanharjo, Klaten, ditutup sementara sejak Kamis (20/1/2022) hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Penyebabnya, lima siswa dan satu guru di sekolah negeri itu dinyatakan reaktif saat berlangsung uji petik swab antigen, Rabu (19/1/2022).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, seluruh sekolah dari berbagai tingkatan di Kecamatan Polanharjo sebenarnya sudah memperoleh izin menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara full alias 100 persen, dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu menyusul sudah melandainya kasus Covid-19 di wilayah Polanharjo. PTM secara full juga dilakukan sekolah lain di Kabupaten Klaten.

PromosiGunung Lawu Habitat Macan Tutul Jawa dan Peluang Jadi Taman Nasional

Guna mengetahui kondisi siswa dan guru di masing-masing sekolah, dilakukan uji petik swab antigen secara acak di sejumlah sekolah. Uji petik itu juga melibatkan tim Satgas PP Covid-19 di Polanharjo.

Baca Juga: 112 Pelajar dan 18 Guru di Klaten Di-Swab Antigen Saat PTM, Ini Hasilnya

Hasil dari uji petik swab antigen ternyata diketahui sebanyak lima siswa dan satu guru di sekolah negeri di Kecamatan Polanharjo dinyatakan reaktif. Menyikapi hal tersebut, Satgas PP Covid-19 Polanharjo langsung gerak cepat (gercep) meminta pengelola menutup sementara sekolah tersebut.

“Uji petik dilalukan kemarin [Rabu (19/1/2022)]. Ada 10 siswa dan dua guru yang di-swab antigen. Hasilnya, ada lima siswa dan satu guru yang reaktif. Hari ini [Kamis (20/1/2022)], sekolah resmi ditutup sementara. Terhadap lima siswa dan satu guru yang reaktif dilakukan tes PCR hari ini. Hasilnya semoga sudah diketahui sore hari. Semoga, hasilnya negatif Covid-19,” kata Ketua Satgas PP Covid-19 Polanharjo sekaligus Camat Polanharjo, Joko Handoyo, saat ditemui Solopos.com, di Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Kamis (20/1/2022).

Joko Handoyo mengatakan penutupan satu sekolah negeri di Kecamatan Polanharjo dilakukan hingga waktu tak terhingga. Hal itu dilakukan guna mencegah potensi persebaran virus corona.

Baca Juga: Uji Petik Digelar Lagi, Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah di Klaten

“Kami sudah bicara dengan kepala sekolah yang bersangkutan. Intinya, sekolah harus ditutup terlebih dahulu hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Semoga saja, hasil PCR dari lima siswa dan satu guru itu negatif Covid-19. Sehingga, PTM secara full dapat dilakukan kembali di sekolah tersebut,” katanya.

Hal senada dijelaslan Kapolsek Polanharjo, AKP Nurwadi, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo. Penutupan satu sekolah negeri dilakukan guna mencegah berbagai hal yang tak diinginkan, yakni berupa potensi persebaran Covid-19.

“Padahal, anak-anak di sekolah itu sedang semangat-semangatnya dalam belajar di tengah pandemi Covid-19. Kami berharap, semoga yang reaktif saat di-swab antigen kemarin hasilnya negatif Covid-19 saat di tes PCR hari ini,” katanya.

Baca Juga: Rutin Pantau PTM, Disdik Klaten Tak Temukan Kasus Baru Covid-19

Salah seorang wali murid di sekolah negeri di Polanharjo yang ditutup mengatakan para siswa di sekolah tersebut diwajibkan belajar di rumah masing-masing terlebih dahulu.

“Rabu (19/1/2022) ada yang diswab antigen. Ternyata ada yang reaktif. Kemarin itu, para siswa langsung diminta pulang sekitar pukul 09.00 WIB [biasanya pulanh sekolah sekitar pukul 12.00 WIB]. Hari ini, para siswa belajar di rumah masing-masing,” kata salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya kepada Solopos.com, Kamis (20/1/2022).

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Belum Ada Bintang Terang, Aja Kesusu…

+ PLUS Belum Ada Bintang Terang, Aja Kesusu…

Frasa ”aja kesusu” atau jangan terburu-buru yang dikemukakan Presiden Joko Widodo dalam acara Rapat Kerja Nasional Pro Jokowi (Projo) di Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/5/2022), adalah pesan yang berlaku umum, namun juga bisa ditafsirkan lebih sempit sesuai konteks dan ruangnya.

Berita Terkini

Gibran Dan Menhub Jajal KRL Solo Balapan-Palur, Sudah Siap Beroperasi?

Menhub Budi Karya Sumadi dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjajal jalur KRL Solo Balapan-Palur, Kamis (26/5/2022).

PMK Belum Pengaruhi Harga Daging Sapi di Wonogiri, Benarkah?

Merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dinilai belum mempengaruhi harga daging sapi di Wonogiri.

PMK Mulai Serang Sapi Lokal Wonogiri, Ini Persebarannya?

Sebanyak lima ekor sapi lokal di Wonogiri mulai terserang penyakit mulut dan kuku (PMK), Selasa (24/5/2022).

Serangan Jantung, Warga Karanganyar Meninggal di Pertapaan Pringgodani

Seorang pengunjung kawasan wisata religi pertapaan Pringgodani di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Boyolali Hari Ini: 26 Mei 2015, Dirazia! Anak Punk Pamer Tato Doraemon

Tujuh tahun lalu, tepatnya 26 Mei 2015, Polres Boyolali menangkap enam anak punk lewat operasi cipta kondisi di sepanjang Jalan Raya Ampel sampai Sunggingan Boyolali Kota.

PMK & Penutupan Pasar Hewan Tak Pengaruhi Harga Daging Sapi Sukoharjo

Harga daging sapi di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo tidak terpengaruh dengan merebaknya wabah PMK di beberapa daerah Soloraya maupun penutupan Pasar Hewan Bekonang.

Kisah 43 Calhaj Purwantoro ke Tanah Suci Berkat Program Talangan Haji

Di tahun 2022, Kecamatan Purwantoro memberangkatkan calon haji (calha) terbanyak se-Wonogiri, yakni mencapai 43 orang.

Ganjar Pranowo Ikuti Blusukan Jokowi di Solo, Terpisah Dari Rombongan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut blusukan Presiden Jokowi ke sejumlah lokasi di Solo namun memisahkan diri dari rombongan.

Menikahi Adik Jokowi, Segini Harta Kekayaan Ketua MK Anwar Usman

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman tengah menjadi sorotan seusai resmi menikah dengan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayati pada Kamis (26/5/2022) di Solo.

Pedagang Sapi Wonogiri Ini Ketakutan saat Didatangi Polisi, Kenapa?

Pedagang sapi di Wonogiri mengaku tertekan dengan kehadiran aparat polisi saat proses pemeriksaan kesehatan yang diselenggarkan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) ternak di pasar hewan.

Pemain Srimulat Hil Yang Mustahal Kunjungi Griya Solopos, Ngapain Aja?

Sejumlah pemain film Srimulat: Hil Yang Mustahal mengunjungi Griya Solopos dalam rangkaian tur mereka di Solo, Kamis (26/5/2022).

Bukan Kaus, Jokowi Bagikan BLT Minyak Goreng di Pasar Mojosongo Solo

Presiden Joko Widodo membagikan bantuan modal usaha dan BLT minyak goreng kepada masyarakat saat berkunjung ke Pasar Mojosongo Solo pada Kamis (26/5/2022).

Kenaikan Isa Almasih, Begini Suasana di Gua Maria Marganingsih Bayat

Umat Katolik melaksanakan ziarah dan doa bersama di Gua Maria Marganingsih, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Kamis (26/5/2022).

Area Parkir Graha Saba Buana Solo Banjir Karangan Bunga, Dari Siapa?

Area parkir Graha Saba Buana Solo, Jawa Tengah penuh dengan karangan bunga ucapan selamat untuk pernikahan adik Jokowi, yakni Idayati, dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman.

Jijik! Sampah Menumpuk di Jembatan Sido Dadi Perbatasan Pedan-Trucuk

Tumpukan sampah terjadi di Jembatan Sido Dadi, Jl. Pedan-Trucuk, Kecamatan Pedan, Klaten, Selasa (24/5/2022).