1 PDP Sragen Meninggal di RSUD Moewardi Solo, Hasil Swab Negatif Corona
Sejumlah pejabat mengikuti video conference dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Ruang TI Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen, Selasa (7/4/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Hasil laboratorium swab satu pasien dalam pengawasan atau PDP asal Sragen yang meninggal di RSUD dr Moewardi Solo, Senin (30/4/2020) lalu, dipastikan negatif corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto menyampaikan hasil laboratorium swab tenggorokan PDP yang meninggal dunia di RSUD dr Moewardi Solo sudah keluar. "Hasilnya negatif corona," kata dia kepada Solopos.com, Selasa (7/4/2020).

Secara kumulatif hingga Selasa, di Sragen ada 11 PDP corona. Perincian lima PDP dipastikan negatif corona, lima PDP masih dirawat di rumah sakit, dan satu PDP meninggal dunia.

Tolak Pakai Masker, Pria Tua Ditembak Mati di Filipina

Lima PDP corona Sragen dinyatakan negatif berdasarkan hasil laboratorium spesimen swab tenggorokan yang keluar awal April lalu. Saat ini, ada lima PDP yang masih dirawat di RS wilayah Sragen.

Salah satu dari lima PDP yang dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen akan diirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo supaya mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Kelima PDP tersebut sudah diambil spesimen tenggorokan dengan oral swab dan sudah dikirim menggunakan virus transport media (VTM) ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta.

Dampak Wabah Corona di Boyolali: 7 Perusahaan Rumahkan Karyawan

Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto, saat dihubungi Solopos.com, Selasa, menjelaskan dari 10 ruang isolasi di RSUD Sragen, lima ruang isolasi di antaranya terisi pasien PDP.

Dia mengatakan kelima PDP tersebut dirawat intensif oleh tim dokter yang berjumlah enam orang. Mereka terdiri atas empat dokter spesialis penyakit dalam dan dua dokter paru.

Selain itu, tim dokter juga dibantu perawat sebanyak 20 orang yang bekerja dengan sistem sif tiga kali sehari.

Kasus Corona Solo Nambah Terus, Tinggal 5 Kelurahan yang Masih Bersih

Didik merencanakan salah satu PDP corona Sragen itu akan dirujuk ke RSUD dr Moewardi solo sambil menunggu hasil laboratorium atas swab tenggorokan keluar.

Kesulitan Cari Masker N95

"Biasanya hasil lab itu bisa diketahui 3-4 hari tetapi kadang bisa sampai sepekan lebih. Kebetulan untuk swab dari RSUD Sragen dikirim ke Jogja semua,” ujarnya.

Didik menjelaskan kebutuhan sarana dan prasarana di RSUD Sragen, seperti VTM dan alat pelindung diri (APD), masih cukup. Didik menyampaikan banyak donatur yang menyerahkan bantuan APD langsung ke RSUD untuk membantu perlindungan tim medis di garda depan penanganan PDP corona.

PDP Corona Asal Banyuanyar Solo Meninggal Dunia

Didik justru merasa kesulitan untuk mencari masker dengan standar N95. Dia berencana meminta pertimbangan Tim Pengendali Pencegahan Infeksi (TPPI) untuk mengantisipasi kelangkaan masker N95.

Dia mengusulkan masker yang ada disterilkan menggunakan sinar ultraviolet agar bisa dimanfaatkan ulang.

Di sisi lain, selain PDP, di Sragen juga ada orang dalam pemantauan atau ODP yang jumlahnya terus meningkat. DKK mencatat hingga Selasa jumlah ODP secara keseluruhan mencapai 177 orang.

Didi Kempot Bikin 2 Lagu Baru Berisi Pesan Terkait Corona di Sragen

Dari jumlah ODP tersebut, 61 orang di antaranya sudah lolos karantina 14 hari sehingga tersisa 116 orang yang mendapat pemantauan khusus. Dari seratusan ODP itu, enam di antaranya merupakan ODP baru.

Jumlah pelaku perjalanan (PP) juga meningkat dari 9.164 orang menjadi 9.538 orang. Jumlah PP tersebut tersebar di 20 kecamatan.

Sebagaimana diinformasikan, seorang perempuan lanjut usia di Sragen meninggal dunia kurang dari sehari setelah ditetapkan berstatus PDP corona. Perempuan itu ditetapkan PDP dan dibawa ke RSUD dr Moewardi Solo, Minggu (29/3/2020) malam dan meninggal Senin (30/3/2020) siang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho