1 Pasien Covid-19 Meninggal, Begini Respons Wali Kota Madiun
Ilustrasi tes Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, MADIUN -- Tempat isolasi bagi warga Kota Madiun, Jawa Timur, yang datang dari daerah zona merah kembali diaktifkan menyusul adanya kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Wali Kota Madiun Maidi menegaskan selain mengaktifkan kembali tempat isolasi, pihaknya juga mengharuskan warga yang datang dari daerah zona merah melakukan rapid test. Pemkot telah memfasilitasi rapid test gratis di Puskesmas yang ada di Kota Madiun.

"Akan kami perketat lagi. Tempat isolasi akan diaktifkan kembali. Semua warga yang datang dari daerah zona merah harus rapid test dulu," kata dia, Senin (3/7/2020).

Guru SMP Jadi Pasien Pertama Meninggal Akibat Covid-19 di Kota Madiun, Begini Riwayatnya

Protokol kesehatan, lanjut Maidi, wajib diterapkan oleh seluruh masyarakat Kota Madiun. Menurutnya, protokol kesehatan adalah vaksin sementara dalam menghadapi wabah ini karena diperkirakan vaksin Covid-19 masih ditemukan dalam waktu lama.

Wali Kota Maidi menjelaskan pemkot sejak beberapa waktu terakhir juga telah menyediakan telur, susu, dan sayur gratis bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Selain harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19, masyarakat juga harus menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan bergizi.

Stasiun Madiun Layani Rapid Test Rp85.000 Tapi Ada Syaratnya

Terkait pasien Covid-19 dari Kelurahan Demangan yang meninggal itu, Maidi menuturkan pasien memang memiliki riwayat sakit jantung. Pasien berinisial P ini meninggal dunia sebelum hasil tes swab-nya keluar.

"Pasien ini dirawat di RSUD dr. Soedono. Hasil swab-nya keluar setelah meninggal dunia. Pemakaman dilakukan secara protokol pemakaman Covid-19," kata dia.

Proses pemulasaran jenazah pun dilakukan tim medis di rumah sakit. Jadi jenazah tidak dimandikan di rumah duka.

"Tim juga telah melakukan tracing di pihak keluarga dan kontak erat pasien ini," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kota Madiun mencatatkan angka kematian pertama akibat Covid-19. Hal ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi Kota Madiun yang selama ini menjadi salah satu daerah dengan angka nol kematian.

Bekerja Sebagai Guru

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Madiun yang meninggal dunia tersebut adalah pasien nomor 28. Pasien berinisial P yang berusia 59 tahun ini merupakan warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Berdasarkan data yang dirilis Pemkot Madiun, Minggu (2/8/2020), pasien meninggal ini adalah seorang laki-laki yang bekerja sebagai guru di SMP 1 Dolopo, Kabupaten Madiun.

Dear Peserta Seleksi CPNS Kota Madiun, Ini Kabar Terbaru Tes SKB

Berdasarkan riwayat perjalanannya, pasien P ini bersama keluarganya pada tanggal 19 Juli 2020 jalan-jalan ke Solo dengan mengendarai kendaraan pribadi.

Empat hari setelah bepergian dari Solo, tepatnya tanggal 23 Juli 2020, P mengeluh demam, pilek, dan batuk. Sehari setelahnya pasien ini baru berobat ke Klinik Panti Bahagia.

Lantaran kondisinya semakin memburuk, pada Selasa (28/7/2020) pasien dirujuk ke RSUD Sogaten.  Sehari setelahnya, pasien dipindahkan ke ruang isolasi RSUD Sogaten dan menjalani rawat inap sampai Jumat (31/7/2020).

Karena kondisi kesehatannya, pasien kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedono Jumat pukul 11.00 WIB. Berselang satu jam, pasien ini dinyatakan meninggal dunia. Pemakaman pasien ini menggunakan protokol pemakaman jenazah Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom