Ilustrasi petugas melakukan pemantauan dan analisa gempa. (Harian Jogja-Desi Suryanto)

Solopos.com, SEMARANG -- Sedikitnya satu orang meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Banjarnegara atas nama Asep 13 tahun warga Dusun Kasinoman, sementara untuk korban luka saat ini masih 20 orang.

Korban ditemukan setelah sejumlah relawan gabungan dari unsur TRC BPBD Banjarnegara telah terjun ke lokasi gempa bumi di Desa Kertosari, Dusun Kebakalan, Kecamatan Kalibening. Tri Sugiarto, seorang relawan TRC BPBD Banjarnegara mengatakan proses evakuasi sedang dikerjakan oleh timnya yang dibantu aparat TNI/Polri.

Menurutnya, banyak tembok rumah warga roboh serta atap bangunan ambrol akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 4,4 skala richter (SR). "Pemukinan warga di Kebakalan Desa Kertosari Kalibening yang dilanda gempa terparah. Di sana terdapat tiga RT dengan jumlah 136 KK kurang lebih 500 jiwa dan hampir 90% pemukiman mengalami kerusakan," kata Tri Rabu (18/4/2018).

Tri menuturkan, ada warga yang ditemukan mengalami luka-luka lantaran terkena reruntuhan bangunan. Saat ini, korban gempa sudah dibawa ke puskesmas terdekat. "Ada beberapa warga yang terluka dan sudah dievakuasi," ujarnya.

Untuk warga lainnya, kata Tri, sementara diungsikan ke rumah yang aman di Dusun Gunung Tawang. Tim TRC BPBD Banjarnegara sudah di lokasi dan sedang melakukan pendataan.

Lebih lanjut Tri mengimbau agar masyarakat setempat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak jelas. "Kami saat ini sedang melakukan evakuasi dan pencarian korban gempa," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten