Kategori: Karanganyar

1 Nakes Puskesmas Colomadu Karanganyar Positif Covid-19 Diduga Tertular dari Keluarga


Solopos.com/Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puskesmas di Kabupaten Karanganyar wajib menerapkan standar pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) selama para tenaga kesehatan atau nakes melayani dan menangani pasien di masa pandemi Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Dwi Rusharyati, saat ditanya perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 satu nakes di Puskesmas Colomadu 1 pada Senin (9/11/2020).

1 Nakes Puskesmas Colomadu Positif Covid-19

Kasus tersebut menjadi kasus pertama nakes di Kabupaten Karanganyar terkonfirmasi positif Covid-19.

"Untuk nakes puskesmas [positif Covid-19] itu yang pertama. Ya yang di Puskesmas Colomadu 1. Hasil pengecekan sementara tertular dari keluarga yang bersangkutan," kata Dwi saat berbincang dengan wartawan di kompleks Kantor DPRD Kabupaten Karanganyar, Kamis (12/11/2020).

Kondisi nakes tersebut tanpa gejala atau sering disebut orang tanpa gejala (OTG).

Cerita Eks Bupati Rina Iriani Nostalgia Keliling Karanganyar: Kaget Ada yang Panggil Bu e

Petugas Puskesmas Colomadu 1 sudah melaksanakan pelacakan terhadap rekan kerja yang bersangkutan. Sebanyak delapan orang terdiri dari enam bidan desa, satu tenaga promosi kesehatan, dan satu perawat.

Harus Menerapkan Standar PPI

Dwi mengingatkan nakes di seluruh pelayanan kesehatan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Teman-teman puskesmas harus patuhi protokol kesehatan. Kami kan sudah menyelenggarakan workshop untuk teman-teman di puskesmas terkait PPI. Di masa pandemi ini PPI memegang peran penting. Pelayanan pekerjaan apa pun harus menerapkan standar PPI. Kalau sudah melakukan, insya Allah aman," jelas dia.

Bupati Karanganyar Tolak Usulan Satpol PP Larang Hajatan

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar, Purwati, menyampaikan penyebab satu nakes di Puskesmas Colomadu 1 terkonfirmasi positif Covid-19 menunggu hasil tes swab terhadap delapan kontak erat di tempat kerja.

Dugaan awal mengarah nakes tersebut tertular di rumah atau klaster keluarga.

"Kami menunggu hasil tes swab dari rekan kerja. Kami belum tahu [penyebab] karena suami dan anak terkonfirmasi positif Covid-19. Suami kerja paramedis di rumah sakit di Solo. Di puskesmas [Colomadu 1] itu yang bersangkutan tidak langsung pelayanan pasien," ungkap dia.

Tinggal Tujuh Puskesmas di Karanganyar yang Belum Bisa Menggelar Tes Swab Mandiri

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati