Kategori: Solo

1 Lagi Pegawai Pemkot Solo Reaktif Rapid Test Covid-19, Total Jadi 8 Orang


Solopos.com/Mariyana Ricky P.D

Solopos.com, SOLO -- Uji cepat atau rapid test massal Covid-19 hari kedua bagi pegawai Pemerintah Kota atau Pemkot Solo, Kamis (11/6/2020) pagi, diikuti 344 orang.

Dari jumlah itu, satu orang diketahui memiliki antibodi reaktif terhadap virus SARS CoV-2 itu. Dengan demikian, total pegawai yang reaktif mencapai delapan orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan total jumlah pegawai yang sudah mengikuti rapid test ada 668 dari target 750 orang.

Boyolali Tambah 5 Lagi Kasus Positif Covid-19, Dari Ampel dan Karanggede

“Mereka yang reaktif pada hari pertama sudah diambil spesimen lendir hidung dan tenggorokannya pada Kamis ini. Pada Jumat [12/6/2020], spesimennya akan diambil lagi. Begitu pula yang reaktif hari ini,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis.

Sambil menunggu hasil tes swab, pegawai Pemkot Solo yang reaktif berdasarkan rapid test di minta menjalani karantina mandiri. Hasil tes swab diharapkan keluar akhir pekan ini.

Hingga saat ini, Pemkot Solo telah menguji rapid test 4.000-an spesimen darah dari berbagai sampel warga Solo. Selain pegawai Pemkot, sampel juga diambil di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, serta lokasi lain.

Bukan Nunggak Kredit Motor, Ini Alasan Sebenarnya Kiki Bikin Laporan Begal Fiktif di Sukoharjo

Mereka yang diambil sampelnya termasuk kontak erat dan kontak dekat pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sasaran tersebut dipilih secara sistematis dan terstruktur. Fokusnya yakni kelompok masyarakat yang berpotensi saja yang dipilih.

Memetakan Potensi Persebaran Covid-19

“Kalau tidak, justru kami tidak mendapatkan apa-apa,” ucap Ning, panggilan akrabnya.

Sebelumnya pada rapid test hari pertama untuk pegawai Pemkot Solo, Rabu (10/6/2020), ada tujuh orang yang menunjukkan hasil reaktif. Rapid test ini dilakukan secara massal untuk memetakan potensi persebaran Covid-19 di Solo.

Demo Karyawan PT Tyfountex Sukoharjo Dibubarkan Paksa

Pemkot Solo, sambung Ning, tidak menyediakan layanan rapid test bagi pasien umum di puskesmas maupun rumah sakit umum daerah (RSUD).

Bagi pasien umum yang membutuhkan uji cepat, DKK mempersilakan mereka mengakses layanan itu di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) swasta. Uji cepat di puskesmas terbatas untuk ibu hamil usia 38 pekan.

Hal lain yang mendasari pembatasan adalah tidak adanya aturan soal pemberlakuan tarif layanan. Dia tak ingin hal tersebut menjadi masalah di kemudian hari.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih