Petugas damkar memadamkan api di kios Pasar Nguter yang terbakar, Rabu (1/1/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO – Salah satu kios di Pasar Nguter, Sukoharjo, terbakar, Rabu (1/1/2020) pagi. Kebakaran yang diduga akibat korsleting ini menyebabkan kerugian mencapai jutaan rupiah.

"Api ini muncul dari salah satu kios pedagang. Dan kebetulan kios ini digunakan untuk gudang yang isinya kardus-kardus mi instan dan lainnya," kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) Sukoharjo, Sutarmo.

Sutarmo mengimbau kepada para pedagang pasar untuk memastikan kondisi aliran listrik saat pasar tutup atau ditinggalkan. Kondisi aliran listrik harus dipastikan telah dimatikan sehingga tidak terjadi korsleting yang memicu kebakaran.

Selain pedagang, Sutarmo juga mengimbau para petugas keamanan untuk selalu melakukan pengecekan pasar. "Kalau ada listrik yang belum dimatikan, petugas keamanan untuk mematikannya. Karena rawan korsleting," katanya.

Berbagai upaya terus dilakukan Disdagkop dan UKM Sukoharjo dalam mengantisipasi kebakaran pasar tradisional. Salah satunya memberikan pelatihan kesiapsiagaan petugas keamanan dan warga pasar dalam penanganan kebencanaan, termasuk kebakaran.

Pelatihan ini dilakukan agar mengantisipasi kebakaran hingga menyebabkan kerugian besar bagi pedagang. Pelatihan terus digalakkan dengan menggandeng pemadam kebakaran setempat.

Dengan demikian saat terjadi kebakaran bisa dilakukan penanganan pertama, minimal melokalisasi agar tidak merembet ke lainnya.

"Ini kasus kebakaran pasar di awal tahun 2020. Mudah-mudahan tidak ada kebakaran lagi," katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan kelalaian manusia atau human error mendominasi kasus kebakaran di Kabupaten Makmur. Kasus kebakaran meningkat selama musim kemarau lalu terutama objek rumah dan lahan.

Merujuk data jumlah kasus kebakaran dari Januari hingga September 2019, tercatat ada 167 kasus. Dengan perincian penyebab human error 120 kasus, korsleting 15 kasus, tabung gas enam kasus, dan sampah 26 kasus.

Human error ini paling banyak menyebabkan kebakaran seperti lupa mematikan kompor, listrik tidak dimatikan, bakar sampah ditinggal pergi, buang putung rokok sembarangan,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten