Tutup Iklan -->
1 Hasil Rapid Test di Wonogiri Positif, Belum Tentu Positif Corona
Ilustrasi rapid test corona atau covid-19 (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI — Satu orang positif dalam hasil rapid diagnostic test (RDT) di Wonogiri, namun belum tentu benar-benar positif terinfeksi virus corona. Dinas Kesehatan Wonogiri sudah mulai melakukan RDT atau tes diagnostik cepat setelah menerima 30 alat tes sejak beberapa hari lalu.

Terdapat satu hasil RDT yang positif, tetapi belum tentu positif virus corona (Covid-19). Hal itu karena RDT hanya mendeteksi timbulnya antibodi seseorang terhadap Covid-19, yakni berupa immunoglobulin G (IgG) dan immunoglobulin M (IgM).

Tambah PDP, Kelurahan di Solo yang Steril Kasus Corona Tinggal 7

Seperti di tempat lain, hasil rapid test awal di Wonogiri bisa positif palsu atau negatif palsu. Oleh karena itu perlu tes lanjutan yang cukup panjang untuk mengetahui hasil akhirnya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, Sabtu (4/4/2020), antibodi IgG adalah antibodi yang melindungi dari infeksi. Antibodi ini memiliki kemampuan mengingat bakteri/virus yang pernah dihadapi sebelumnya.

Kronologi 2 Warga Meninggal di Slogohimo dan Jatipurno Disebut PDP Corona Wonogiri

Apabila bakteri/virus itu kembali, sistem kekebalan tubuh akan menyerang mereka. Pada konteks RDT Covid-19, adanya IgG menunjukkan tubuh pernah terinfeksi Covid-19. Sementara antibodi IgM diproduksi saat orang kali pertama terinfeksi bakteri/virus sebagai garis pertahanan pertama tubuh dalam melawan infeksi.

Tingkat IgM akan meningkat cepat saat terjadi infeksi. Pada konteks rapid test Covid-19, hasil pemeriksaan positif atau nilai IgM tinggi menunjukkan adanya respons tubuh pada tahap awal infeksi Covid-19.

Bupati Wonogiri Bantah 2 Warga Meninggal di Slogohimo & Jatipurno PDP Corona

Kepala Dinkes (Dinkes) Wonogiri, Adhi Dharma, Sabtu, menyampaikan yang digunakan adalah alat RDT total, sehingga hasil rapid test belum bisa dibaca. Apakah yang positif antibodi IgG atau IgM, masih harus dikonfirmasi lewat tes lanjutan.

Pada sisi lain, hasil RDT yang positif belum tentu benar-benar positif (positif palsu). Sebaliknya, hasil RDT yang negatif tidak menutup kemungkinan negatif palsu. Hal itu karena ada kemungkinan alat RDT tidak peka/sensitif atau cara pengambilan sampel tidak tepat.

Bupati Jekek Sebut Pasien Positif Corona Wonogiri Sembuh, Ini Fakta Sebenarnya

Tes Lanjutan

Sebab itu, rapid test akan kembali dilakukan di Wonogiri terhadap orang yang sudah pernah dites dengan hasil positif maupun negatif. Tes lanjutan akan menggunakan menggunakan alat DRT jenis lain untuk mendeteksi antibodi IgG dan IgM secara terpisah. Setelah itu pun masih akan dites lagi untuk mendapatkan hasil akhir apakah positif atau negatif Covid-19.

“Rapid test ini skrining awal. Hasilnya belum bisa dijadikan dasar positif atau negatif Covid-19. Masih perlu beberapa tes lanjutan baik dengan alat rapid test dengan jenis lain maupun dengan tes swab,” kata Adhi saat dihubungi Solopos.com.

Faisal Basri Kritik Keras Luhut Pandjaitan, Jubir Kemenko Marves Panas

Dia belum dapat menyampaikan siapa saja yang sudah menjalani rapid test di Wonogiri dan hasil tesnya. Terlebih, hingga Sabtu RDT belum selesai dilakukan terhadap sasaran yang sudah ditentukan.

Menurut dia RDT sementara ini hanya dapat dilakukan kepada orang berisiko tinggi lantaran jumlah alat terbatas. Mereka meliputi orang yang pernah kontak atau berada di sekitar pasien positif Covid-19, pemudik dari area endemis Covid-19 yang bergejala, dan lainnya.

Anak Buah Jokowi Saling Ralat, Ngabalin dan Fadjroel Dikorbankan?

Namun RDT Covid-19 mampu mendeteksi munculnya antibodi IgG dan IgM pada orang yang sudah terinfeksi selama 7-14 hari terakhir dengan atau tanpa gejala yang timbul. Tes bisa dilakukan di puskesmas dengan sasarannya orang rentan dan berisiko tinggi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho