1.775 PTPS di Sukoharjo Jalani Rapid Test, Kalau Reaktif Bagaimana?
Seorang petugas PTPS menjalani rapid test di Pustu Begajah, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (26/11/2020). (Solopos-R. Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 1.775 petugas pengawas tempat pemungutan suara atau PTPS menjalani rapid test atau tes cepat di 12 puskesmas di Kabupaten Sukoharjo.

Rapid test pada petugas PTPS dilakukan untuk mencegah persebaran pandemi Covid-19 menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo pada 9 Desember 2020.

Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sukoharjo, Muladi Wibowo, mengatakan jumlah PTPS yang menjalani rapid test sebanyak 1.775 orang. Mereka menjalani rapid test di setiap puskesmas di wilayahnya masing-masing.

Gara-Gara Pakai Baju Ini, Chef Juna Disangka Tukang Parkir

Sementara anggota Panwascam dan staf sekretariat Panwascam juga melakukan hal serupa.

“Khusus anggota dan staf sekretariat Bawaslu Sukoharjo menjalani rapid test di Pustu Begajah. Jumlahnya ada 23 orang,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com di kantornya, Kamis (26/11/2020).

Muladi menyebut apabila ada PTPS yang hasil rapid test reaktif maka wajib menjalani rapid test ulang pada beberapa hari kemudian. Jika hasilnya masih reaktif maka wajib menjalani uji swab di rumah sakit.

Sebelum Tertangkap Karena Sabu-Sabu, Eks Pebasket Asal Gandekan Solo Sempat Bikin Video Pengakuan

Saat coblosan, para PTPS diminta mengirim hasil rekapitulasi penghitungan suara ke petugas pengawas desa/kelurahan yang diteruskan ke Panwascam dan Bawaslu Sukoharjo.

“Mereka telah mengikuti bimbingan teknis (bintek) pengawasan TPS setelah dilantik. Sehingga, para PTPS paham mekanisme pengawasan saat pelaksanaan pemungutan suara hingga rekapitulasi penghitungan suara,” ujar dia.

Tak Ingin Muncul Klaster Baru

Pengawasan pendistribusian logistik pemilu hingga coblosan mengedepankan aspek kesehatan. Petugas pengawas pemilu di tingkat kecamatan, desa/kelurahan hingga TPS wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Seluruh petugas pengawas pemilu memakai alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan dan face shield atau penutup wajah. Kami tak ingin muncul klaster baru selama perhelatan pesta demokrasi lima tahunan,” ujar dia.

Kemenag Pastikan Bantuan Rp1,8 Juta untuk Guru Non PNS Tak Dipotong

Hal serupa juga dilakukan para anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan petugas keamanan TPS.

Mereka bakal menjalani rapid test untuk mendeteksi antibodi tubuh terhadap paparan virus. Di setiap TPS, ada tujuh anggota KPPS ditambah dua petugas keamanan yang menjalani rapid test.

Anggota KPPS yang hasil rapid test dinyatakan reaktif diminta menjalani isolasi mandiri hingga sembuh.

“Jumlah total anggota KPPS di Sukoharjo sebanyak 12.425 orang. Mereka bakal menjalani rapid test di puskesmas pada Jumat (27/11/2020),” kata Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sukoharjo, Suci Handayani.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom