1.111 TKI Jateng di Jepang selamat

Solo (Solopos.com)--Sebanyak 1.111 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Jepang dinyatakan selamat.

Demikian dikemukakan Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi (Pemprof) Jateng, Agus Utomo saat ditemui wartawan di sela-sela kunjungannya mendampingi Gubernur Jateng, Bibit Waluyo di Pasar Gading, Solo, Jumat (18/3/2011).

Menurut Agus Utomo, para TKI tersebut merupakan pekerja magang di sejumlah perusahaan di Jepang. Mereka adalah lulusan SMA dan SMK yang terdata sejak 2008 hingga 2010. “Saya baru saja menghubungi Pak Siswo Laksono (Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan, Pemprov Jateng-red). Mereka semua dinyatakan selamat. Kami tidak perlu melakukan pemulangan karena mereka sudah bisa kembali bekerja,” terang Agus.

Agus menambahkan, hingga kini tiga anak buah kapal (ABK) asal Jawa Tengah masih dinyatakan hilang. Dua ABK di antaranya berasal dari Kabupaten Brebes, sementara seorang lainnya berasal dari Kabupaten Pati. Agus mengakui, hingga kini belum mendapatkan data pasti mengenai jumlah ABK asal Jateng yang bekerja di perairan Jepang.

"Perekrutan ABK bukan dari Dinas Tenaga Kerja sehingga kami belum mendapatkan jumlah pastinya. Kabarnya ada tiga ABK yang hilang, namun belum dipastikan meninggal dunia atau tidak. Selain ABK, masih ada mahasiswa pertukaran pelajar di Jateng di Jepang. Namun jumlahnya belum pasti karena masih dilacak oleh Dinas Pendidikan Jateng,” tukas Agus.

Sementara  Bibit Waluyo mengakui, cukup banyak TKI asal Jateng yang bekerja di Jepang. Namun begitu, pihaknya tidak ingin gegabah untuk memulangkan para TKI tersebut. “Pemulangan TKI itu dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemprov Jateng hanya sekadar memonitor. Selama masih bisa diungsikan dan bisa kembali bekerja di sana untuk apa dipulangkan,” tukas Bibit.

(mkd)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom