Ratusan Jurnalis Seluruh Indonesia Kumpul di Solo Ramaikan Festival Media
Ilustrasi wartawan (JIBI/Bisnis/Dok.)

Ratusan jurnalis dari seluruh wilayah Indonesia bakal kumpul di Solo untuk meramaikan Festival Media.

Solopos.com, SOLO -- Ratusan jurnalis dari Aceh hingga Papua bakal berkumpul di Kota Solo meramaikan Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2017 di Grha Soloraya Bakorwil II Solo, Kamis-Jumat (23-24/11/2017).

Fesmed AJI 2017 menawarkan beragam acara mulai dari pameran hingga workshop. “Pameran media akan diikuti AJI dari 34 kota di Indonesia,” kata Ketua Panitia Fesmed AJI 2017, Adib Muttaqin Asfar, saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (21/11/2017).

Sementara itu, hingga Selasa, 800 peserta baik dari kalangan jurnalis maupun umum sudah memberikan konfirmasi kepada panitia untuk mengikuti workshop. Jumlah peserta ini masih bisa bertambah hingga hari pelaksanaan.

Peserta bisa memilih workshop yang akan diikuti. Fesmed AJI 2017 yang mengusung tema Jurnalisme Damai, Jurnalisme Keberagaman menyuguhkan 18 workshop dengan berbagai tema. Rangkaian Fesmed AJI 2017 sudah dimulai sejak Selasa, yakni workshop di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Sedangkan puncak Fesmed AJI 2017 akan diawali dengan kopi darat (Kopdar) Blogger bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di hall lantai II Grha Soloraya, Kamis pukul 10.30 WIB.

Selanjutnya, anchor news Cable News Network (CNN) Indonesia, Eva Yunizar, siap memberikan materi menarik mengenai bagaimana menjadi presenter. Reporter Metro TV, Desi Fitriani, juga bakal berbagi pengalaman tentang peliputan di wilayah konflik, sementara Wakil Pemimpin Redaksi Beritaagar.id, Rahadian Prajnamu, akan mengetengahkan robot journalism.

Di sisi lain, keberadaan media sosial yang tidak terkontrol banyak memperuncing persoalan. Melalui medsos, orang dengan mudah menyebarkan berita dari situs-situs tertentu tanpa terkonfirmasi kebenaran informasi di dalamnya.

Secara etik, media massa punya tanggung jawab besar menjaga keharmonisan masyarakat. Masalahnya, media mainstream pun ikut mencari jalan pintas menjadikan media sosial sebagai sumber berita tanpa proses verifikasi yang cukup.

“Melalui Fesmed ini kami mengajak masyarakat untuk kian bijak bersikap terutama dalam aktualisasi di medsos. Maka dari itu, ada workshop khusus untuk menanggulangi hal-hal tersebut,” imbuh Adib.

Ada workshop mengenai penggunaan Facebook untuk penyebaran dan peliputan berita, workshop melawan hoax hingga social media hack. Selain itu, ada seminar yang mengetengahkan jurnalisme vs hoax sampai workshop Internet aman (petunjuk dan tools bagi keluarga).

Melalui Fesmed ini AJI ingin memberikan ruang bagi jurnalis pengelola media massa baik cetak, online, televisi, radio, media komunitas, maupun kalangan pemangku kepentingan media untuk berinteraksi dengan masyarakat. Panitia Fesmed, Ichwan Prasetyo, menambahkan Fesmed ini sekaligus menjadi ruang bagi anggota AJI seluruh Indonesia memamerkan kondisi pers di daerah masing-masing.

“Setiap daerah tentunya rekan-rekan jurnalis mengalami kondisi yang berbeda-beda,” tutur Ichwan.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom