Kumpulan Berita » #tiket KA

Ilustrasi KA Prameks (Dok/JIBI/Solopos)
Ilustrasi tiket kereta api (JIBI/Solopos/Dok.)
Perawatan sistem rem dan sistem pendingin ruangan kereta api di Depo Kereta Poncol, Semarang, Senin (6/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Ilustrasi tiket kereta api (JIBI/Solopos/Dok.)
Penumpang seusai turun dari rangkaian gerbong kereta api di kompleks Stasiun Balapan Solo, Senin (4/7/2016). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos/dok)
Penumpang bergegas menuju pintu masuk kereta api, Rabu (7/9/2016). (Danur Lambang Pristiandaru/JIBI/Solopos)
Ilustrasi penumpang KA kelas Ekonomi tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. (JIBI/Solopos/Antara/Akbar Nugroho Gumay)
Perawatan sistem rem dan sistem pendingin ruangan kereta api di Depo Kereta Poncol, Semarang, Senin (6/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Pemudik dari Jakarta tiba di Stasiun Madiun dengan menggunakan Kereta Api (KA) Brantas jurusan Pasar Senen-Kediri, Kamis (17/7/2015) pagi.(Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Penjualan tiket di Stasiun KA Madiun, Sabtu (18/4/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Calon penumpang Kereta Api (KA) jarak jauh menunggu kedatangan kereta di lantai Stasiun Balapan Solo, Sabtu (2/1/2016). (Ika Yuniati/JIBI/Solopos)
Penjualan tiket KA tambahan Lebaran, Senin (11/5/2015) dini hari. (Rachman/JIBI/Bisnis)
Ilustrasi konsumen fasilitas transportasi PT Kereta Api Indonesia di Stasiun Balapan Solo. (JIBI/Solopos/Dok)
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Perawatan sistem rem dan sistem pendingin ruangan kereta api di Depo Kereta Poncol, Semarang, Senin (6/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Ilustrasi pemudik dengan kereta api (JIBI/Solopos/Antara/Yustinus Agyl)
Ilustrasi pemudik dengan kereta api (JIBI/Solopos/Antara/Yustinus Agyl)
Ilustrasi pemudik dengan kereta api (JIBI/Solopos/Antara/Yustinus Agyl)
Gunung Raung yang mengeluarkan awan panas terlihat dari Desa Cermee, Bondowoso, Jawa Timur, Minggu (12/7/2015). Gunung Raung yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember itu terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya dan menyebabkan hujan abu tipis di sejumlah wilayah. (JIBI/Solopos/Antara/Zabur Karuru)
Ilustrasi kereta api (JIBI/Solopos/Dok.)

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…