Kumpulan Berita » #tanah longsor

Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)
Salah seorang petugas dari Polsek Purwosari sedang memeriksa batu besar yang menjebol sebagian rumah milik Adi Tiryono di Dusun Nglegok, Giritirto, Purwosari. Minggu (29/10/2017). (Istimewa/Polsek Purwosari)
Foto ilustrasi. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Foto ilustrasi. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Basarnas Jateng.
Ilustrasi kawasan rawan longsor. (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)
Warga melakukan kerja bakti membersihkan sisa-sisa longsoran tebing di Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem. (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Sejumlah warga sedang membersihkan material longsor yang hampir menimpa rumah milik Marmoyo, Warga Dusun Gupit, Desa Tegalsari, Kecamatan Gedangsari, Sabtu (6/5/2017). (Istimewa)
Longsor menimpa rumah dan kandang ternak milik Narno di Dusun Ngesrep, Desa Pundungsari Kecamatan Semin. Rabu (26/4/2017). (Istimewa/JIBI/Harian Jogja)
Suasana di rumah kepala Dusun Jeruk, Gerbosari, yang menjadi lokasi pengungsian bagi warga terdampak longsor. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Ilustrasi kawasan rawan longsor. (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Foto ilustrasi. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Suasana bangunan milik Siswo Wiratno, warga RT 2 Dusun Jatirejo, Desa Wukirsari, Imogiri pasca terjadinya longsor, Selasa (4/4/2017). (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Sebuah alat berat menarik truk yang terjebak material longsoran yang terjadi di Dusun Jentir, Sambirejo, Ngawen. Sabtu (4/3/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Kondisi rumah yang roboh akibat longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Sabtu (1/4/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos,com)
Foto ilustrasi. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Warga menunjukkan dinding yang terkena longsoran dari tebing di belakang rumah, di RT 04, Kajor Kulon, Selopamioro, Minggu (19/3/2017).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos/Antara)
Talud sepanjang 30 meter dan tinggi 20 meter di bantaran Kali Code yang longsor. (Foto Istimewa/Dokumen)
Anggota Komisi A DPRD DIY saat melakukan peninjauan lokasi longsor di kawasan penambangan di Dusun Jentir, Sambirejo, Ngawen, Kamis (9/3/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…