Kumpulan Berita » #SPBU

Uji pasar BBM Pertalite di SPBU kawasan Gedebage, Bandung, Jumat (24/7/2015). (Rachman/JIBI/Bisnis)
Rudi, 27, pemilik kios bensin eceran di Jl. Supomo, Sriwedari, Solo menuangkan bensin eceran dari jeriken ke dalam botol. Pedagang bensin eceran seperti Rudi, Rabu (27/8/2014), mengaku kesulitan mendapatkan bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) meskipun telah menunjukkan Surat Pembelian Eceran. Kesulitan pasok bensin itu mengerek harga bensin eceran menjadi Rp8.000 per liter dari semula Rp7.000 per liter. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Uji pasar BBM Pertalite di SPBU kawasan Gedebage, Bandung, Jumat (24/7/2015). (Rachman/JIBI/Bisnis)
Surat larangan SPBU menjual premium dan solar dengan jeriken. (Twitter).
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak jenis Premium di SPBU. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Ilustrasi pengecekan alat ukur BBM di SPBU. (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani)
Kondisi SPBU di Selang terlihat lengang dan tidak melayani pembeli karena kehabisan stok BBM. Selasa (5/1/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Ilustrasi pengecekan alat ukur BBM di SPBU. (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani)
Konsumen membeli bahan bakar pertalite di SPBU Gumulan, Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jumat (14/8/2015). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Uji pasar BBM Pertalite di SPBU kawasan Gedebage, Bandung, Jumat (24/7/2015). (Rachman/JIBI/Bisnis)
Aparat Polrestabes Surabaya menunjukkan tersangka BBM kencing, Jumat (31/7/2015). (Detikcom)
Kondisi SPBU di Pantai Ngrenehan, Saptosari terlihat tak terawat dan mangkrak. Dampak tak beroperasinya SPBU itu membuat nelayan harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mendapatkan BBM. Sabtu (18/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Hanung Budya (kanan) berbindang-bindang dengan konsumen saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (6/11/2014). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan BBM aman, serta memantau respons masyarakat apabila harga bahan bakar minyak (BBM) jadi dinaikkan oleh pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo. (Wahyu Darmawan/JIBI/Bisnis)
Rudi, 27, pemilik kios bensin eceran di Jl. Supomo, Sriwedari, Solo menuangkan bensin eceran dari jeriken ke dalam botol. Pedagang bensin eceran seperti Rudi, Rabu (27/8/2014), mengaku kesulitan mendapatkan bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) meskipun telah menunjukkan Surat Pembelian Eceran. Kesulitan pasok bensin itu mengerek harga bensin eceran menjadi Rp8.000 per liter dari semula Rp7.000 per liter. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Rudi, 27, pemilik kios bensin eceran di Jl. Supomo, Sriwedari, Solo menuangkan bensin eceran dari jeriken ke dalam botol. Pedagang bensin eceran seperti Rudi, Rabu (27/8/2014), mengaku kesulitan mendapatkan bensin di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) meskipun telah menunjukkan Surat Pembelian Eceran. Kesulitan pasok bensin itu mengerek harga bensin eceran menjadi Rp8.000 per liter dari semula Rp7.000 per liter. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)
Pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (5/8/2014), melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di pom bensin tempatnya bekerja. Sejumlah SPBU di Kota Solo yang Senin (4/8/2014) lalu melakukan pembatasan penjualan solar bersubsidi saat ini kembali beroperasi normal seperti biasa karena aturan tersebut hanya berlaku untuk empat SPBU di Soloraya. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…