Kumpulan Berita » #PPDB

Ilustrasi pelaksanaan PPDB Online (JIBI/Solopos/Dok)
Sejumlah orang tua siswa melengkapi berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Negeri 8 Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/6/2014). Pendaftar peserta didik baru di sejumlah sekolah menengah kejuruan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2014 ini dibandingkan dengan tahun lalu. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Pendaftaran Siswa SMK (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Ilustrasi pelaksanaan PPDB Online (JIBI/Solopos/Dok)
Petugas memverifikasi data siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Solo, Senin (16/6/2014). Dalam PPDB Kota Solo Tahun Ajaran 2014/2015, kuota untuk siswa dari keluarga miskin (gakin) ditambah 25% dari semula menyusul dihapusnya sekolah plus. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Petugas memverifikasi data siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Solo, Senin (16/6/2014). Dalam PPDB Kota Solo Tahun Ajaran 2014/2015, kuota untuk siswa dari keluarga miskin (gakin) ditambah 25% dari semula menyusul dihapusnya sekolah plus. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Petugas memverifikasi data siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Solo, Senin (16/6/2014). Dalam PPDB Kota Solo Tahun Ajaran 2014/2015, kuota untuk siswa dari keluarga miskin (gakin) ditambah 25% dari semula menyusul dihapusnya sekolah plus. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Ilustrasi penerimaan siswa baru (Dok/JIBI/Solopos)
Sejumlah orang tua siswa melengkapi berkas pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Negeri 8 Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/6/2014). Pendaftar peserta didik baru di sejumlah sekolah menengah kejuruan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2014 ini dibandingkan dengan tahun lalu. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)
Ilustrasi penerimaan siswa baru atau PPDB (Dok/JIBI)
Petugas memverifikasi data siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Solo, Senin (16/6/2014). Dalam PPDB Kota Solo Tahun Ajaran 2014/2015, kuota untuk siswa dari keluarga miskin (gakin) ditambah 25% dari semula menyusul dihapusnya sekolah plus. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…