Kumpulan Berita » #pilkada karanganyar 2018

Dua pasangan calon peserta Pilkada Karanganyar 2018 berfoto bersama seusai pemeriksaan kesehatan di RSUD dr. Moewardi Solo, Jumat (19/1/2018). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)
Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Karanganyar saat kampanye dan deklarasi damai, Minggu (18/2/2018). (Istimewa)
Anggota Polres Karanganyar memantau akun di media sosial (medsos) di mapolres setempat, Jumat (16/2/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Alat peraga kampanye liar terpampang di jalan Solo-Karanganyar, Jaten, Karanganyar, Senin (29/1/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Ilustrasi pengambilan sumpah dan janji pejabat pegawai negeri sipil. (JIBI/Solopos/Dok.)
Ilustrasi Hari Guru (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Pasangan cabup-cawabup, Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih, mengendarai traktor menuju Kantor DPRD Karanganyar, Selasa (13/2/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Pasangan Cabup dan Cawabup Karanganyar menunjukkan nomor urut setelah pengundian nomor urut di Gedung Paripurna DPRD Karanganyar, Selasa (13/2/2018). (Ponco Suseno/JIBI/SOLOPOS)
Juliyatmono-Rober Christanto dan tim sukses (timses) Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih saling berjabat tangan di KPU Karanganyar, Senin (12/2/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Juliyatmono-Rober Christanto dan tim sukses (timses) Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih saling berjabat tangan di KPU Karanganyar, Senin (12/2/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Garuda Mbedal (Gardal) Karanganyar melakukan konsolidasi sukarelawan dari 17 kecamatan, di salah satu rumah makan di Karanganyar, Sabtu (10/2/2018). (Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS)
Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa (empat dari kanan), saat menjalani sidang etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Kantor KPU Karanganyar, Senin (5/2/2018) pagi. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Ilustrasi pilkada serentak Jawa Tengah 2018. (JIBI/Semarangpos.com/Dok.)
Sukarelawan Garuda Mbedal (Gardal) Karanganyar memasang spanduk dukungan Juliyatmono-Rober Christanto (Yuro Baru) di Tuban, Gondangrejo, Jumat (26/1/2018). (Istimewa)
Juliyatmono (kanan) melakukan salam komando dengan Paryono (dua dari kanan) dan Rober Christanto (kiri) di DPRD Karanganyar, Sabtu (27/1/2018) malam. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Alat peraga kampanye liar terpampang di jalan Solo-Karanganyar, Jaten, Karanganyar, Senin (29/1/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Ilustrasi kampanye (nukltimedia.journalism.berkeley.edu)
Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho (berkemeja putih), menyaksikan perwakilan Yuro Baru dan Roda membubuhkan tanda tangan di Rapat Pleno Terbuka di kantor KPU setempat, Rabu (24/1/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Sukarelawan Garuda Mbedal (Gardal) Karanganyar memasang spanduk dukungan Juliyatmono-Rober Christanto (Yuro Baru) di Tuban, Gondangrejo, Jumat (26/1/2018). (Istimewa)
Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho (berkemeja putih), menyaksikan perwakilan Yuro Baru dan Roda membubuhkan tanda tangan di Rapat Pleno Terbuka di kantor KPU setempat, Rabu (24/1/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
alon Wakil Bupati (cabup) Karanganyar, Ida Retno Wahyuningsih (kiri), bersiap mengikuti tes psikologi pada pemeriksaan kesehatan di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Kamis (18/1/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/SOLOPOS)
Sejumlah pamong desa/kelurahan mengikuti deklarasi antipolitik uang dan antikampanye hitam di Djawa Dwipa Karangpanda, Karanganyar, Selasa (23/1/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…