Kumpulan Berita » #pengelolaan sampah klaten

Penjaga keamanan TPA Troketon memeriksa mesin penyaring sampah di kawasan TPA Troketon, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Rabu (3/1/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Warga melintasi tempat pembuangan sampah (TPS) di tanah kas desa Dukuh Kalitengah, Desa Kalitengah, Wedi, Klaten, Selasa (24/10/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Pengguna jalan melintas di eks lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Jomboran, Desa Jomboran, Klaten Tengah, Klaten, Rabu (18/10/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Warga membakar sampah menggunakan Gentong Geni dalam uji coba yang digelar di Dukuh Mireng Kidul, Desa Mireng, Kecamatan Trucuk, Klaten, Kamis (5/10/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Warga bersama tim Basarnas dibantu aparat TNI/Polri mencari korban yang tertimbun bangunan Pasar Mereudu yang roboh akibat gempa di Mereudu, Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Irwansyah Putra)
Sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) Sungkur menumpuk pada Senin (9/2/2015). Sejak Sabtu (7/2/2015), petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten tak mengambil sampah ke TPS lantaran ada penutupan akses pembuangan sampah ke TPA Jomboran. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Sampah di TPS Pasar Induk Kota Klaten menumpuk selama dua pekan terakhir. Tumpukan sampah itu dikeluhkan pedagang. Foto diambil Jumat (10/6/2016). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Ilustrasi tempat pembuanagan akhir sampah (JIBI/Solopos/Dok.)
Tumpukan sampah masih mewarnai pemandangan di kompleks Pasar kota Klaten, Sabtu (21/5/2016). Para pedagang setempat berharap sampah di Pasar Kota bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) alternatif setiap hari agar tidak muncul bau tak sedap dan lalat. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Tumpukan sampah masih mewarnai pemandangan di kompleks Pasar kota Klaten, Sabtu (21/5/2016). Para pedagang setempat berharap sampah di Pasar Kota bisa dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) alternatif setiap hari agar tidak muncul bau tak sedap dan lalat. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) Sungkur menumpuk pada Senin (9/2/2015). Sejak Sabtu (7/2/2015), petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten tak mengambil sampah ke TPS lantaran ada penutupan akses pembuangan sampah ke TPA Jomboran. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) Sungkur menumpuk pada Senin (9/2/2015). Sejak Sabtu (7/2/2015), petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten tak mengambil sampah ke TPS lantaran ada penutupan akses pembuangan sampah ke TPA Jomboran. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Ilustrasi Sampah (JIBI/Bisnis/Dok.)
Warga memblokir akses kendaraan pengangkut sampah masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jomboran, Klaten, Sabtu (7/2/2015). Pemblokiran dilakukan sebagai buntut kekesalan warga terkait sikap Pemkab setempat yang tak kunjung menutup TPA. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Spanduk penolakan pendirian tempat pembuangan akhir (TPA) sampah terpasang di jalan menuju lokasi bekas penambangan galian C, Desa Troketon, Pedan, Senin (23/3/2015). Sekelompok orang yang mengatasnamakan warga menolak rencana pendirian TPA di desa tersebut. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) Sungkur menumpuk pada Senin (9/2/2015). Sejak Sabtu (7/2/2015), petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten tak mengambil sampah ke TPS lantaran ada penutupan akses pembuangan sampah ke TPA Jomboran. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Ilustrasi Sampah (JIBI/Bisnis/Dok.)
Warga memblokir akses kendaraan pengangkut sampah masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jomboran, Klaten, Sabtu (7/2/2015). Pemblokiran dilakukan sebagai buntut kekesalan warga terkait sikap Pemkab setempat yang tak kunjung menutup TPA. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Warga memblokir akses kendaraan pengangkut sampah masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Jomboran, Klaten, Sabtu (7/2/2015). Pemblokiran dilakukan sebagai buntut kekesalan warga terkait sikap Pemkab setempat yang tak kunjung menutup TPA. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…