Kumpulan Berita » #KRATON JOGJA

Prof Mitsuo Nakamura, Sri Sultan HB X, Haedar Nashir, dan cucu KH Ahmad Roemani dalam Resepsi Milad 105 Tahun Muhammadiyah yang digelar di Pagelaran Keraton Jogja, Jumat (17/11/2017). (Harian Jogja/M101)
WIsata Libur Lebaran (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
PENGECATAN PAGELARAN KERATON NGAYOGYAKARTA
Suasana pada saat Jathilan Kuda Pranesa asal Gamping Tengah tampol di depan panggung VIP, dalam rangka memperingati hari Kasultanan Yogyakarta, di Taman Wisata Alam, Gunung Gamping Ambarketawang, Sleman, DIYogyakarta, Jumat (10/11/2017). (Maman Rachman/Harian Jogja)
Kereta kuda melintas di kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta dalam gelaran 'Lestari Budayaku, Lestari Negeriku' dari kawasan Jalan Godean menuju Hotel Hyatt, Yogyakarta, Minggu (20/08/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Ground breaking Mahija Resort pada Selasa (31/10/2017). (Foto istimewa/dokumen)
Grebeg Syawal Kraton Jogja (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Prosesi jamasan Pusaka Tombak Kyai Turunsih di Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (20/10/2017). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Abdi dalem Kraton sedang mengeringkan kereta Kanjeng Nyai Jimat seusai dijamasi atau dicuci di halaman Museum Kereta, Selasa (17/10/2017). (Ujang Hasanudin)
Ngabekten Kraton Jogja, Kamis (7/7/2016) (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
lebaran 2017, kraton jogja, grebeg syawal
lebaran 2017, kraton jogja, grebeg syawal
Tarawih Pertama (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Warga Dusun Tanjungtirto, Desa Kalitirto, Berbah, Sleman menunjukan beragam poster saat menanti perwakilan mereka yang mengadu kepada Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta, GKR Condrokirono di Kraton Kilen, Kompleks Keraton Ngayogyakarta, Kamis (11/05/2017). Warga menerima penjelasan dalam pertemuan itu bahwa Trah HB VII RM Triyanto Prastowo tidak mewarisi aset tanah yang telah dipatok dan dikapling di desa tersebut. Akhir tahun 2016 ahli waris Sri Sultan Hamengku Buwono VII itu datang untuk mengukur tanah dan mengapling tanah seluas 6.700 meter persegi itu menjadi puluhan kapling. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Warga Dusun Tanjungtirto, Desa Kalitirto, Berbah, Sleman menunjukan beragam poster saat menanti perwakilan mereka yang mengadu kepada Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta, GKR Condrokirono di Kraton Kilen, Kompleks Keraton Ngayogyakarta, Kamis (11/05/2017). Warga menerima penjelasan dalam pertemuan itu bahwa Trah HB VII RM Triyanto Prastowo tidak mewarisi aset tanah yang telah dipatok dan dikapling di desa tersebut. Akhir tahun 2016 ahli waris Sri Sultan Hamengku Buwono VII itu datang untuk mengukur tanah dan mengapling tanah seluas 6.700 meter persegi itu menjadi puluhan kapling. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta, GKR Condrokirono bersama tim hukum keraton menerima warga Dusun Tanjungtirto, Desa Kalitirto, Berbah, Sleman di Kraton Kilen, Kompleks Keraton Ngayogyakarta, Kamis (11/05/2017). Warga menerima penjelasan dalam pertemuan itu bahwa Trah HB VII RM Triyanto Prastowo tidak mewarisi aset tanah yang telah dipatok dan dikapling di desa tersebut. Akhir tahun 2016 ahli waris Sri Sultan Hamengku Buwono VII itu datang untuk mengukur tanah dan mengapling tanah seluas 6.700 meter persegi itu menjadi puluhan kapling. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…