Kumpulan Berita » #kekeringan sragen

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (kiri) melepas enam mobil tangki bantuan air bersih ke wilayah Miri dan Jenar di depan Pasar Kota Sragen, Jumat (22/9/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Perwakilan alumnus kelas IPA IV SMA Kristen Sragen tahun 1986 bersama aparat TNI membagikan air bersih untuk warga Gesi, Sragen, Selasa (19/9/2017). (Istimewa/Dwi Harjanto/Alumnus SMA Kristen Sragen)
Dua pengurus Himpi Sragen berpose di depan mobil tangki yang membawa air bersih untuk ratusan keluarga di Galeh, Tangen, Sragen, Sabtu (16/9/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Dirut PDAM Tirto Negoro Sragen Supardi mengampiri tangki air bersih yang hendak dikirim ke Dukuh Kowang, Desa Ngargotirto, Sumberlawang, Selasa (22/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Dua warga mengangsu air di belik tengah sungai yang mengering di Dukuh Glagah, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Sragen, Kamis (10/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Warga menuang air ke dalam kelenting milik warga lainnya saat antre bantuan air bersih dari BPBD Sragen di Dukuh Kowang, Desa Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, Sabtu (12/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Seorang petani di Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Sragen, mengambil air dari saluran irigasi. Petani di kecamatan ini makin khawatir ketika musim kemarau tiba karena terbatasnya pasokan air mengancam kondisi sawah mereka. (JIBI/SOLOPOS/dok)
Waduk Botok, Mojodoyong, Kedawung, Sragen, mengering, Selasa (1/8/2017) siang. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Waduk Botok, Mojodoyong, Kedawung, Sragen, mengering, Selasa (1/8/2017) siang. (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Ilustrasi krisis air (JIBI/dok)
Para petani anggota P3A dan mantra pertanian berkoordinasi membahas pembagian air Dam Colo Timur Bengawan Solo di Aula Bidang Pengairan DPU Sragen, Rabu (12/8/2015). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Musim penghujan mengundang mendung tebal di Solo, Senin (9/3/2015). (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)
Ilustrasi penyaluran air bersih. (Burhan Aris N./JIBI/Solopos)
Ilustrasi air PDAM (JIBI/Solopos/Dok.)
Ilustrasi kekeringan (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…