Kumpulan Berita » #imlek 2018

Warga membantu mengatur arus lalu lintas di perempatan Desa Bulusari, Sayung, Demak, Jateng yang merupakan jalur alternatif pantura Demak, Minggu (18/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Hendra Kurniawan (Istimewa)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Bandara Adi Soemarmo solo (Burhan AN/JIBI/Solopos)
Suasana menjelang malam perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di kawasan Pasar Gede, Solo, Kamis (15/2/2018) malam. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Suasana menjelang malam perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di kawasan Pasar Gede, Solo, Kamis (15/2/2018) malam. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Warga antre mengambil nasi liwet saat Closing Ceremony Solo Imlek Fair 2018 di halaman parkir Benteng Vastenburg, Solo, Rabu (14/2/2018) malam. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Tarian Liong menghibur detik-detik pesta kembang api menyambut tahun baru Imlek, Jumat (27/1/2017) malam di Pasar Gede Solo. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Rekayasa lalu lintas yang disiapkan Dishub Solo untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2018 di kawasan Pasar Gede Solo, Kamis-Jumat (15-16/2/2018), (Istimewa/Dishub Solo)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersalaman dengan warga seusai membuka Pasar Imlek Semawis di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jateng, Senin (12/2/2018) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Setda Kota Semarang)
Joyce, 43, menunjukan kerajinan clay atau lempung untuk hiasan pensil bernuansa Tiongkok di Kota Salatiga, Jateng, Senin (12/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
Ilustrasi kereta api (Dok/JIBI)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kedua dari kanan) dan istrinya, Krisseptiana (kanan), berfoto dengan cosplayer Kera Sakti pada acara pembukaan Pasar Semawis Cia Gwee 2569 di kawasan Pecinan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jateng, Senin (12/2/2018) malam. (Instagram-@hendrarprihadi)
Pasar Semawis yang merupakan kegiatan tahunan di kawasan Pecinan Semarang, Selasa (13/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo).
Ilustrasi kenaikan harga telur (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Dua anggota komunitas Seni Karakter Jakarta berkostum hantu untuk memeriahkan Solo Imlek Festival 2018, di Pasar Gede, Selasa (6/2/2018). (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com)
Umat Tri Dharma menyucikan rupang di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong Madiun, Jawa Timur, Minggu (11/2/2018). Penyucian rupang merupakan bagian dari persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 16 Februari 2018. (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Dalang Theo Haowe Lie memainkan wayang potehi dengan lakon Pertahanan Militer Jendral Yang di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jateng, Senin (12/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Warga melihat atraksi barongsai di sela-sela perayaan menyambut Tahun Baru Imlek 2018 di Terminal Karangpandan, Minggu (11/2/2018) sore. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Lampu lampion perayaan Tahun Baru Imlek di depan Pasar Gede Solo diuji coba, Senin (5/2/2018) malam. (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)
Suasana Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2018 di kawasan Pasar Gede, Minggu (11/2/2018) sore. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Suasana Solo Imlek Festival, Sabtu (10/2/2018). (Hijriah AW/JIBI/Solopos)

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…