Kumpulan Berita » #harga beras

Beras medium dari Bulog tersedia di lapak pedagang mitra di Pasar Legi, Solo, Selasa (20/2/2018). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Salah satu pedagang beras di Pasar Semampir, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu. Rabu (14/2/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
kue keranjang.
Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono memperlihatkan oplosan beras Bulog yang diklaim sebagai beras premium saat rilis perkara di Ditreskrimsus Mapolda Jateng, Kota Semarang, Senin (5/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Ilustrasi pasar murah untuk mendistribusikan beras dengan harga murah. (JIBI/Solopos/Antara)
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat mengikuti operasi pasar beras di Pasar Johar, Semarang, Rabu (17/1/2018). (JIBI/Bisnis/Alif N.R.)
Beras medium jenis C4 dijual seharga Rp12.500 per kilogram di Pasar Demangan, Jogja, Senin (29/1/2018). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Buruh tani merontokkan padi saat panen raya di persawahan Desa Kedungori, Dempet, Demak, Jateng, Jumat (26/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Beras medium jenis C4 dijual seharga Rp12.500 per kilogram di Pasar Demangan, Jogja, Senin (29/1/2018). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Seorang pembeli memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro)
Ilustrasi beras (par.com.pk)
Suasana operasi pasar murni yang dilakukan oleh Bulog di Pasar Nanggulan, Rabu (17/1/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) DIY mengelar operasi pasar di Pasar Kranggan, Jogja, Jumat (12/1/2018). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Ilustrasi operasi pasar bahan kebutuhan pokok masyarakat. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
Ilustrasi pedagang beras (JIBI/Solopos/Dok.)
Suasana operasi pasar murni yang dilakukan oleh Bulog di Pasar Nanggulan, Rabu (17/1/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Seorang pedagang beras di los beras di lantai dua Pasar Beringharjo sedang mengayak beras memilih beras menir dan utuh sebelum dijual ke pembeli, Jumat (19/1/2018). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Iliustrasi distribusi beras untuk keluarga keluarga miskin alias beras sejahtera. (JIBI/Solopos/Dok.)
PPetugas mengangkut beras dari penggilingan di Dusun Kwadungan, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, yang telah dibeli Bulog Divre Jogja, Senin (18/4/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Bulog dan Pemkab Karanganyar melaksanakan operasi pasar di Pasar Jungke pada Rabu (17/1/2018). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji menunjukkan tumpukan beras yang dicegah dikirimkan ke Kalimantan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (17/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/I.C.Senjaya)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan paparan di hadapan perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Semarang di Balai Kota Semarang, Jateng, Rabu (17/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Humas Setda Kota Semarang)

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…