Kumpulan Berita » #Hambit Bintih

Tersangka kasus dugaan korupsi terkait sengketa Pilkada Gunung Mas yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar saat mengikuti sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (20/2/2014). Selain kasus dugaan korupsi terkait sengketa Pilkada Gunung Mas, dia juga menjadi tersangka kasus pencucian uang. Akil diduga melanggar Pasal 12c Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 6 ayat (2) juncto Pasal 55 ke-1 KUHP. (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)
Chairunnisa ditangkap KPK terkait kasus suap sebesar Rp3 miliar perihal sengketa Pilkada Gunung Mas Kalimantan Tengah
Akil Mochtar (JIBI/Solopos/Dok.)
Bupati Gunung Mas Hambit Bintih (Liputan6.com)
Wakil Ketua KPK Busryo Muqodas (JIBI/Solopos/Dok.)
Bupati Gunung Mas Hambit Bintih (Liputan6.com)
Bupati Gunung Mas Hambit Bintih (Liputan6.com)
Bupati Gunung Mas Hambit Bintih (Liputan6.com)
Chairunnisa ditangkap KPK terkait kasus suap sebesar Rp3 miliar perihal sengketa Pilkada Gunung Mas Kalimantan Tengah
Ratu Atut
Penyidik KPK, Novel Baswedan (kiri) mengeledah rumah Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar di Kompleks Perumahan Pejabat Negara, Jl. Widya Chandra III No. 7, Jakarta, Selasa (2/10/2013).
Rumah milik tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Jl. Denpasar IV/35, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2013). Rumah ini digeledah KPK karena Tubagus diduga terkait penyuapan Ketua Mahkamah Agung Akil Mochtar demi memenangkan sengketa Pilkada Lebak.
MAHASISWA BANTEN SYUKURI KEBERHASILAN KPK
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10/2013). Akil Mochtar ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama 1 x 24 Jam terkait dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Pilkada Lebak, Banten. (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)
Chairunnisa ditangkap KPK terkait kasus suap sebesar Rp3 miliar perihal sengketa Pilkada Gunung Mas Kalimantan Tengah
Sejumlah mobil milik tersangka Tugabus Chaeri Wardana alias Wawan di Jl. Denpasar IV/35, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2013). Rumah ini digeledah KPK karena dugaan penyuapan pada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar terkait sengketa Pilkada Lebak.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10/2013). Akil Mochtar ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan selama 1 x 24 Jam terkait dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Pilkada Lebak, Banten. (JIBI/Solopos/Antara/Muhammad Adimaja)
AKIL MOCHTAR BEROMPI TAHANAN
Anggota Komisi II DPR Charun Nisa didekap M, suaminya, saat hendak diwawancarai wartawan seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (3/10/2013). (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas
Penyidik KPK, Novel Baswedan (kiri) mengeledah rumah kediaman Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar di Kompleks Widya Chandra III No. 7, Jakarta,
Sejumlah wartawan mengambil gambar di depan ruang Ketua MK Akil Mochtar yang disegel oleh KPK di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (3/10/2013) dini hari.

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…