Kumpulan Berita » #Boyolali

Gunung Merbabu (Dok/JIBI/Solopos)
gunung merbabu tampak dari desa wisata
Sejumlah warga tampak riang bermain di kolong jembatan Tol Soker di Dukuh Mangu, Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali, Rabu (22/11/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Painem, 95, berada di dalam gubuk reyotnya di Desa Pomahan, Sambi, Boyolali, Senin (20/11/2017). (Istimewa/ Tim Sukarelawan Boyolali)
Krakatau Reunion saat mengentak panggung dalam acara Boyjazz di Alun-Alun Boyolali, Minggu (22/10/2017) malam. (Istimewa/Dokumentasi Panitia Boyjazz)
Warga Dusun Dlimosari, Desa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali, memblokade proyek tol Semarang-Solo, Selasa (3/10/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Warga Dusun Dlimosari, Desa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali, memblokade proyek tol Semarang-Solo, Selasa (3/10/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Sumarno mengedit video pesanan dengan terbaring di rumahnya Dukuh Cabean, Sembungan, Nogosari, Minggu (1/10/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Warga sekitar Bandara Adi Soemarmo mengikuti kegiatan budaya di lapangan perbatasan Desa Dibal dan Gagak Sipat, Ngemplak, Boyolali, Rabu (20/9/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Suasana pembebasan lahan pembangunan tol Semarang-Solo II di Dukuh Candi Mulyo, Desa Kiringan, Boyolali, Selasa (19/9/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Seorang petugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali memeriksa komposter yang siap dibagikan kepada sekolah dan kelompok masyarakat Boyolali. Foto diambil Jumat (18/8/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/solopos)
Dua warga Demak bersemedi di Bukit Ngenyo, Desa Sendang, Karanggede, Boyolali, Rabu (9/8/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Kades Tawangsari, Teras, Boyolali, Yayuk Tutik Supriyanti, peraih Kalpataru 2017. (Istimewa)
Puluhan tiang pancang overpass terpasang di atas ruas Tol Soker Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali, Senin (31/7/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Ilustrasi (Jumali/JIBI/Harian Jogja)
Ilustrasi sepak bola. (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Mobil ambulans terparkir di pelataran bekas RSUD Banyudono, Boyolali, Selasa (25/7/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Jalur sebelum Puncak Kenteng Songo dan Puncak Trianggulasi. (Mariyana Ricky P.D/JIBI/SOLOPOS)
Pengguna jalan melintas di samping papan rambu peringatan di perempatan Kampung Driyan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, Senin (17/7/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Ilustrasi kebakaran (Backgroundpictures.org)
Lalat bergerombol di salah satu meja Balai Desa Gagak Sipat, Ngemplak, Boyolali, Rabu (5/6/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Dua kendaraan pemudik berpelat nomor luar kota melintas di bawah jembatan penyeberangan dii persimpangan Tangkil, Kecamatan Sragen Kota, Sragen, pada puncak arus mudik Lebaran 2017, Jumat (23/6/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Warga Desa Sruni, Musuk, Boyolali, menyambut Lebaran dengan mengajak hewan-hewan ternak jalan-jalan keluar, Minggu (2/7/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)
Jalan sementara untuk arus mudik dan arus balik Lebaran 2017 dibangun di tol Soker dekat permakaman di Desa Denggungan, Banyudono, Jumat (9/6/2017). (Aries Susanto/JIBI/Solopos)

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…