Kumpulan Berita » #bencana semarang

Pengendara sepeda motor menerobos genangan air di Jl. Kaligawe, Genuk, Kota Semarang, Jateng, Jumat (1/12/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Ilustrasi beras untuk warga miskin yang berkutu, apak, berwarna kuning, dan banyak beras yang patah. (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Warga mengamati tanah longsor yang menimbun bagian belakang asrama Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala di Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang, Jateng, Selasa (14/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Ilustrasi mayat bocah (JIBI/Dok)
Potongan video yang digunakan Hendi untuk mengimbau warganet waspada terhadap bencana. (Instagram-@hendrarprihadi)
Warga berusaha mencari korban tanah longsor di wilayah Rorojonggrang, Kecamatan Manyaran, Kota Semarang, Jateng, Kamis (8/6/2017) sore. (Facebook.com-Tri Sugiarto)
Warga berusaha mencari korban tanah longsor di wilayah Rorojonggrang, Kecamatan Manyaran, Kota Semarang, Jateng, Kamis (8/6/2017) sore. (Facebook.com-Tri Sugiarto)
KSR PMI memberikan pertolongan kepada korban bencana alam gempa bumi dalam simulasi dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Semarang, Jateng, Rabu (26/4/2017). (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Tanah di lapangan Dusun Ndelik, Desa Candi Garon, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ambles, Rabu (1/2/2017). (Facebook.com-Arif Kurniawan)
Tanah sepanjang ratusan meter ambles dengan kedalaman 1,5 m hingga 2 m di Dusun Delik, Candigaron, Sumowono, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (2/3/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Perumahan Wahyu Utomo, Bringin, Ngaliyan, Kota Semarang, Jateng dilanda banjir, Senin (6/2/2017) malam. (Facebook.com-Istanti Ardianingrum)
Anggota MIK Semar dan anggota komunitas lain menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, Kota Semarang, Jateng, Minggu (19/2/2017). (Facebook.com-Purnomo Bae Demos Qradle)
Hoax atau kabar bohong tentang banjir di Kota Semarang oleh pengguna akun Facebook Herry Kiss. (Facebook.com-Febriana)
Ilustrasi banjir (JIBI/Solopos/Dok.)
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Mbak Ita. (Twitter.com)
Ilustrasi pohon tumbang. (JIBI/Solopos/Dok.)
Ilustrasi pohon tumbang (JIBI/Solopos.com/Dok.)
Warga melihat jalan yang tertutup tanah longsor dan pohon tumbang di Desa Pasekan, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, Senin (16/1/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Bencana tanah longsor di Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). (Facebook.com-Uul Manulife Semarang)
Ilustrasi kawasan rawan longsor di Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Operator mengoperasikan eskavator untuk memindahkan material tanah longsor yang menutupi akses Desa Wisata Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (16/11/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…