Kumpulan Berita » #BENCANA BOJONEGORO

Papan duga di tepi Bengawan Solo, wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Ilustrasi angin kencang (article.wn.com)
Papan duga di tepi Bengawan Solo, wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Aktivitas warga di depan rumah yang tergenang banjir di Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (2/12/2016). Banjir tersebut disebabkan meluapnya sungai Bengawan Solo. (JIBI/Solopos/Antara/Zabur Karuru)
Perahu menyeberangkan penumpang melintasi Bengawan Solo, wilayah Bojonegoro, Jatim. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Masjid di Desa Piyak, Bojonegoro terendam banjir, Jumat (26/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Ilustrasi angin kencang (article.wn.com)
Ilustrasi beras (Dok/JIBI/Solopos)
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Masjid di Desa Piyak, Bojonegoro terendam banjir, Jumat (26/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Masjid di Desa Piyak, Bojonegoro terendam banjir, Jumat (26/2/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Ilustrasi banjir di Bojonegoro. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Sejumlah warga berada di ujung jembatan yang ambruk akibat banjir bandang yang melanda Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, Minggu (8/12/2013). Banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut Sabtu (7/12/2013) lalu itu mengakibatkan 2 orang warga terbawa arus sungai, 9 unit jembatan rusak, 9 rumah rusak, 6 motor hanyut, dan menimbulkan tanah longsor yang menimbun badan jalan di beberapa titik. (JIBI/Solopos/Antara/Donal Caniago)

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…