Sendratari Matah Ati

Sendratari Matah Ati

 

 

 

54 Responses to “Sendratari Matah Ati”

  1. amirudin mengatakan:

    hebaat…solo smakin berbudaya

  2. jaya van java mengatakan:

    sekali lagi kota Solo dipercaya untuk salah satu event internasional budaya (FACP), saya bangga sebagai warga Solo…sukses untuk sendratari Matah Ati….Solo the spirit of Java

  3. ambar mengatakan:

    Wah, nanti malam kayaknya asyik nih bisa lihat bagaimana Solo tempo dulu. baru lihat foto latihannya saja sudah merinding

  4. ambar mengatakan:

    wah jadi penasaran, seakan melihat solo tempo dulu. Kapan Matah Ati bisa difilmkan?

  5. Agung mengatakan:

    Sendratari Matah Ati di Singapura sukses, di Solo lebih mantap, Matah Ati go Internasional.

  6. Lintang mengatakan:

    Aksi Teror tak Bikin Kendor….Matah Ati benar-benar menarik perhatian byk org. Aksi teror yg melanda Solo tak membuat keinginan penonton kendor. Ribuan penonton dari berbagai kalangan byk yg penasaran nonton pertunjukan Matah Ati. Kl peristiwa sejarah dikemas spt pementasan Matah Ati tentunya lebih menarik yaa…Tidak mbosenin dan org tetap kenal sejarah.

  7. putri vindasari mengatakan:

    sendratari matah ati baguss,dan sangat menghibur….
    untuk q pribadi sendratari ini memberiku pengetahuan bnyk tntang sejarah solo tempo dulu….
    salut for SOLO..n sendratari matah ati…
    semoga tahun depan solo bisa d percaya lg menjadi tuan rmh untuk event FACP…

  8. Enno Sulwana mengatakan:

    Solo tak lekang jaman, Matah Ati menasbihkan diri sebagai kota budaya dan nyaman digunakan sebagain event baik yang berskala nasional maupun internasional.

  9. Falentina Prawesti mengatakan:

    “Kekerasan tidak perlu dibalas kekerasan, tapi dengan kesenian” – Mbok Mban (Matah Ati). Ini membuktikan Solo Aman to? Pergelaran seperti Matah Ati adalah pergelaran yang benar-benar SPEKTAKULER dengan tata artistik, tata cahaya, dan pastinya penyutradaraan yang amazing. Salut !

  10. Nur mengatakan:

    Matah Ati warisan Solo untuk kemanusiaan dan dunia. Keren, mantaps. Semoga bisa difilmkan, dijadikan salah satu perhelatan rutin di Solo.

  11. Bianca mengatakan:

    Keren, ada sesi ketemu dengan semua penari ga ya?

  12. DEDY SULISTOMO mengatakan:

    MATAH ATI TOOPP BNGT,GO….WESSS,SOLO ALWAYS ON……..

  13. vaundra mengatakan:

    Matah Ati bikin jatuh hati :D

  14. Syukron Ma'mun mengatakan:

    suatu pagelaran yang sarat dengan kritik sosial namun dikemas dengan tampilan yang energik, berbudaya, manis, dan tentunya menjadi tontonan yang sangat menghibur di tengah suasana kota solo yang memanas pasca terjadinya insiden beberapa waktu lalu. namun secara keseluruhan MATAH ATI, spectacular,,,, n it was AMAZING ..!!!!!!!

  15. Wempi Raharjo mengatakan:

    Suatu pagelaran yang sangat bagus, dari pagelaran ini mendapat pelajaran bagaimana mengadakan pagelaran dengan tepat waktu, kru yang kreatif & SIP (TOP BGT), artistik panggung yang bagus, tata musik kolaborasi gending & jazz. Saya acungi JEMPOL untuk acara MATAH ATI. SUKSES

  16. one akbar nur mengatakan:

    Suatu kebanggaan lagi sebagai warga solo, semakin banyak event- event besar yang hadir di kota ini, seperti sendratari Matah Ati ini, bahkan setting matah ati kali ini benar- benar istimewa dibandingkan dengan matah ati di Jakarta atau di Singapura. Tak bosan- bosannya saya hingga menonton sampai dua hari, yes, its awesome event for awesome city! Thank you Matah Ati…

  17. muflihun mengatakan:

    MATAH ATI , fakta sejarah yang dikemas secara apik untuk di tonton dan menjadi pembelajaran bagi generasi penerus

  18. tri widianto mengatakan:

    AMAZING….. ticket VVIP Rp 750.000 tak sebanding dengan kepuasan yang kami rasakan.. satu kata ……”"WOW “”…….untuk Matah Ati & Kota Solo.. sukses & Selamat…

  19. rifah mengatakan:

    AMAZING… bagus banget…. Selamat Solo yang bisa memberi hiburan buat masyarakatnya dengan aman terkendali… Solo memang oke… Medianya juga oke.. Terimakasih SOLOPOS, karena kamu aku bisa menonton pertunjukkan Matah Ati…

  20. one akbar nur mengatakan:

    Suatu kebanggaan lagi sebagai warga solo, semakin banyak event- event besar yang hadir di kota ini, seperti sendratari Matah Ati ini, bahkan setting matah ati kali ini benar- benar istimewa dibandingkan dengan matah ati di Jakarta atau di Singapura. Tak bosan- bosannya saya hingga menonton sampai dua hari kemarin, yeah, that is awesome event for awesome city! Thank you Matah Ati…

  21. lisa mengatakan:

    Suatu event yang sangat membanggakan untuk warga kota solo khususnya karena telah dipercaya sebagai lokasi pertunjukkan bertaraf internasional “MATAH ATI” disamping itu cerita dari pertunjukkan tersebut berasal dari salah satu sejarah di istana Mangkunegaran Solo.. Sungguh suatu kebanggaan yang tak terkira……….. SOLO THE SPIRIT OF JAVA… Semoga event-event seperti ini akan terus ada dan lestari….

  22. ari mengatakan:

    luar biasa pertyunjukan matah ati yng di adakan di kota solo walaupun harga tiket mahal tapi sungguh memuaskan sekali.walaupun solo kota kecil tapi bsa menyuguhkan pementasan yang spektakuler bertaraf internasioanal ,mungkin ngak ada kota sekecil solo yg bisa menampilkan pementasan matah ati yang di kemas secara apik.sukses kota solo

  23. ersan mengatakan:

    Matah Ati, bukan Patah Hati kan…??
    Apa pun itu sukses deh buat Solo Koe…

  24. aris setiyono mengatakan:

    bisa g ya seluruh kota di indonesia serentak mengadakan pagelaran seni budaya kota mereka masing2 seperti matah ati???…Jempol utk smuanya yg ikut terlibat di matah ati…

  25. aris setiyono mengatakan:

    Bisa ga ya di indonesia dari sabang sampai merauke serentak mmengadakan pagelaran seni dan budaya saperti matah ati di solo? jempol dech buat smua yg terlibat di matah ati..

  26. Muhammad Budi Setiawan mengatakan:

    pertunjukan Matah Ati menghadirkan idola baru dalam legenda percintaan tanah jawa. Dan ini diambil dari kisah nyata, sebuah pertunjukan yang menarik dan diharapkan mampu meningkatkan kearifan lokal yang lebih luas.

  27. sara mengatakan:

    saya jadi ingin belajar bahasa jawa (krama inggil ) setelah nonton MATAH ATI..

  28. dion mengatakan:

    Setelah melihat sendratari matah ati.. sungguh jadi bangga dan cinta akan kota Solo. Walaupun saya bukan asli Solo it feels like home :)

  29. erfan h mengatakan:

    Budaya Indonesia, Budaya kita semua..Mari kita banggakan dan kenalkan karya Sang Maestro pinilih

  30. erfan h mengatakan:

    Budaya Indonesia, Budaya Kita semua..Mari kita banggakan dan perkenalkan Karya Sang Maestro Pinilih The Spirit of Java

  31. Theresia Happy AP mengatakan:

    “Matah Ati” menggugah kami pada kesadaran pensyukuran bahwa tradisi mampu mengisi ruang kekinian. Saya bangga lahir sebagai perempuan Jawa di Tanah Jawa, dengan segala aturan dan norma. Suba Sita, Tata Krama dan Trapsila. Mari kita lestarikan tradisi bukan hanya sebagai ‘penikmat’ budaya, tapi juga sebagai ‘pelaku’ budaya. Terima kasih Matah Ati, terima kasih para pekerja seni. Terima kasih Solopos. Maju terus untukKota Solo dan Indonesia. ( Th. Happy_11 September 2012 )

  32. Theresia Happy AP mengatakan:

    Matah Ati” menggugah kami pada kesadaran pensyukuran bahwa tradisi mampu mengisi ruang kekinian. Saya bangga lahir sebagai perempuan Jawa di Tanah Jawa, dengan segala aturan dan norma. Suba Sita, Tata Krama dan Trapsila. Mari kita lestarikan tradisi bukan hanya sebagai ‘penikmat’ budaya, tapi juga sebagai ‘pelaku’ budaya. Terima kasih Matah Ati, terima kasih para pekerja seni. Terima kasih Solopos. Maju terus untukKota Solo dan Indonesia. ( Th. Happy_11 September 2012 )

  33. tri mengatakan:

    Matah Ati, tak mematahkan hati ;) Matah ati… awal liat n dengar pertama kali kata-kata itu, yang terlintas pertama di pikiranku adalah “matah=patah; =mematahkan hati?” n “matah=manah?=memanah hati-kah???” apa itu…? dan ternyata Matah Ati adalah nama istri Raja Mangkunegara I. dan Sendratari Matah Ati Solo merefleksikan kembali sejarah yang mungkin belum banyak orang tahu. Sendratari Matah Ati Solo..kau begitu memukau! (^_^)

  34. Herumawan P A mengatakan:

    Matah Ati, entah ada hubungan apa dengan patah ati, jatuh ati, makan ati dan ati-ati? Yang jelas, Matah ati adalah konsep sendratari yang daripada yang lain. Salam hangat dari saya wong Yogya asli yang tinggal di barat Malioboro (Bukan di Sarkem-nya lho :D).
    Saya tutup pakai pantun:
    Buah pepaya
    Dimakan burung Cendrawasih
    Dari saya
    Sekian dan terima kasih.

  35. yuni mengatakan:

    Matah Ati nguri nguri budaya , menampilkan keindahan perhelatan seni yang spektakuler . Dengan adanya pertunjukan sendratari Matah Ati menunjukkan bahwa Kota Solo memang nguri–nguri budaya . Saya senang event event semacam ini menambah pengetahuan disamping mendapat hiburan memukau

  36. arif rahman mengatakan:

    matah ati, mantap !!! sing penting ojo matah rempelo, alot kang !!!

  37. tri mengatakan:

    Matah Ati, Tak Mematahkan (H)ati :)

    Pertama kali liat&dengar kata itu, yang terlintas “mmm…matah=patah=mematahkan hati???…matah=manah=memanah hati-kah???” Jadi penasaran… & ternyata Matah Ati adalah istri Raja Mangkunegaran I. Sendratari Matah Ati Solo merefleksikan kembali sejarah yg mungkin belum banyak orang yang tahu. Sendratari Matah Ati Solo, engkau begitu memukau! (^_^) *Makam Matah Ati ada di Astana Gunung Wijil, Kecamatan Selogiri

  38. Suyatno mengatakan:

    Saya penasaran ketika membaca di media, jauh-jauh hari sebelum acara ini berlangsung. Kesannya betapa hebatnya penggarapan acara ini di Jakarta dan Singapura. Dan istimewanya dalam pentas Matah Ati di pamedan Mangkunegaran Solo, akan dibuat lebih istimewa dimana jumlah penari 2x lipat dari pentas matah Ati di Jakarta dan di Solo luar panggungnya lebih besar serta satu-satunya tempat pagelaran yang berada diluar ruang. Hal ini membuat saya makin penasaran…Tambah penasaran lagi saat menyaksikan Jay Subiakto & kru satu bulan sebelum pentas, panggung sudah berdiri dengan megah. Berburu tiket ternyata juga susah…tiket sdh banyak yg sold out. Tapi akhirnya saya dapat tiket juga.
    Pementasannya sungguh mengagumkan, dipadukan dengan multimedia yang apik. Dan jujur saja, meskipun saya sdh tinggal 10 tahun di Solo dan sering lewat Istana Mangkunegaran, baru kali ini tau sejarah mangkunegaran dan siapa itu Matah Ati. Saya juga mengapresiasi manajemen penonton dan pertunjukan…meski mandiri dan mengenakan tiket masuk, namun tidak meninggalkan kesempatan masyarakat luas dg tetap menyediakan undangan gratis.

  39. agung sri wibowo mengatakan:

    tidak nonton tapi mengikuti beritanya…baca SOLOPOS..
    amazing….!!!!!!

  40. DEDY SULISTOMO mengatakan:

    Satu kata buat SENDRATARI MATAH ATI : SPEKTAKULER……………………………….

  41. DEDY SULISTOMO mengatakan:

    Satu kata untuk SENDRATARI MATAH ATI menurut KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA: WOOOOWWWWWWWWW…………………………………………..

  42. Bayu R mengatakan:

    matah ati,.manah ing ati, nentremake ati,
    sendra tari matah ati kemarin menunjukkan bahwa kota solo adalah kota nyaman dan berbudaya.
    saya kira dengan matah ati kemarin dapat membuka mata dunia bahwa solo bukan sarang teroris,bukan juga kota bom.dsb. Seharusnya yang ingin berbuat teror atau onar di kota solo harus malu dan berpikir 1000x bhwa solo bukan tempat untuk itu.Dan warga solo tidak akan terpengaruh dengan adanya teror semacam itu,karena solo adalh kota berbudaya.,maju terus budaya solo.majulah bangsa indonesia

  43. sandy mengatakan:

    pagelaran yang mengagumkan, inilah budaya kita… Solo the spirit of java

  44. sandy mengatakan:

    hebat, mantabs dan mengagumkan serta mendidik
    generasi untuk cinta budaya indonesia

    darpada nonton film bioskop dan sinetron gag jelas dan tak mendidik. (gag sebanding lah ya) mf

  45. sandy mengatakan:

    pementasan hebat, mantabs dan mengagumkan serta mendidik
    generasi untuk cinta budaya indonesia

    darpada nonton film bioskop dan sinetron gag jelas dan tak mendidik. (gag sebanding lah ya)

  46. Widodo mengatakan:

    Tari Sendratari “Matah Ati”, “matah ati” apa artinya ya? Koq kelihatan campur aduk antara bahasa Jawa dan Indonesia. Apa mungkin “Manah Ati”?

  47. Widodo mengatakan:

    Sendratari “Matah Ati”. “Matah Ati” artinya apa ya? Terkesan campur adhuk bahasa Jawa dan Indonesia.
    Apa mungkin “Manah Ati”? Perlu kehati-hatian dalam memformulasi judul.

  48. Nurul Agna Pratama mengatakan:

    kebudayaan yang mengagumkan, perlu dilestarikan dan ditingkatkan lagi kualitasnya supaya bisa masuk kedalam situasi dan kondisi masyarakat saat ini. Dan jangan sampai masyarakat kita lebih suka dengan kebudayaan asing yang belum tentu kemaslahatannya/manfaatnya baik untuk masyarakat atau malah menyesatkan.

    semangat terus dalam berkarya dan kita angkat kembali kebudayaan indonesia menjadi kebudayaan internasional

  49. Firdaus mengatakan:

    Matah Ati Spektakuler! sayangnya media massanya kurang kreatif. Solopos apa tidak ada bahan lain untuk diberitakan selain kekaguman orang-orang pada sendratari ini. Tiap hari kok ituuuuuuu aja beritanya. Apalagi sampai berita gak penting kayak isi twitter artis. Ketemu langsung artisnya gak mampu pa? Udah gitu, beritanya monoton, panggung miring, esplanade, baahh..Yang lebih ditel kenape, contoh : matah ati butuh biaya berapa, latiannya berapa kali seminggu, penarinya dibayar berapa, Atillah sebenarnya kerjanya apa, dapat duit dari mana, sponsornya siapa saja, hal-hal ditel yang bikin penasaran gituu. Sayang Solopos sebagai media utama di Solo malah beritanya monoton. Gak cuman Solopos seh, semuanya beritanya cuman “Matah Ati hebat, banyak dipuji artis bla bla bla”. Kita butuh info lebih!

  50. Nurvitria E mengatakan:

    pertunjukan yang menakjubkan. penonton disuguhi paduan acara yang apik, dari efek visualisasi, suara, tata panggung, lighting, dll. manajemen penonton ketika acara pun begitu tertib. meski sendratari Matah Ati dibuka juga secara umum secara gratis, namun penonton tetap diharuskan memiliki tiket. penonton “festival” tetap diberikan tempat yang layak dan tertata untuk penyaksian pertunjukan. hal yang berbeda jika dibandingkan event musik di kota Solo yang bersifat gratis, terbuka untuk umum, dan berskala besar, di mana manajemen penontonnya tidak begitu baik. terlihat ketika acara berlangsung, perbedaan antara penonton yang membeli tiket dengan penonton yang mendapat tiket gratis tidak ada. semua penonton tetap menyaksikan pertunjukan secara standing, sehingga menyebabkan area yang tersedia terkesan crowded, tidak tertib, dan tumpang tindih antara penonton yang menyebabkan semua penonton belum tentu dapat menyaksikan pertunjukan dengan maksimal.
    Good job untuk para seniman yang menghasilkan karya luar biasa untuk masyarakat. satu hal lagi untuk Matah Ati, mungkin lebih baik adegan humor ditambah untuk selalu menarik atensi penonton selama acara berlangsung

  51. dwi mengatakan:

    matah ati , memukau . pertunjukkan yang digarap dengan hati hati, persiapan yang matang menghasilkan keselarasan dan harmonisasi yang indah , semua terkoordinasi dengan terencana ,salut ,tak perlu jauh jauh pergi ke kota besar untuk menikmati perhelatan sendratari, matah ati memanah hati para penonton , di Solo ,akankan matah ati hadir setiap tahun untuk mengisi event di Solo .. saya tunggu nanti.

  52. perdana wira nugraha mengatakan:

    top matah ati, top Solo I LOVE YOU SOLO!

  53. perdana wira nugraha mengatakan:

    top markotop Solo,solo semakin hebat dengan budayanya

  54. Sigit Sarwanto mengatakan:

    Pagelaran yang spektakuler dan dahsyat, baik dari segi penampilan para penarinya, tata suara, tata panggung dan lampunya. Semuanya sudah di atas bayangan saya sebelum menontonnya. Semoga bisa menjadi agenda tahunan Event Kota Solo selanjutnya. Selamat & Sukses buat Tim & kru Matah Ati semuanya!
    Solo Semangat !!

Leave a Reply

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Iklan Cespleng