Solo Best Brand Index (SBBI)-Jogja Best Brand Index (JBBI) 2014
Kamis, 27 Februari 2014 21:29 WIB Share :

Solo Best Brand Index (SBBI)-Jogja Best Brand Index (JBBI) 2014

Harian Solopos & Harian Jogja sebagai penyedia jaringan informasi Solo & Jogja secara konsisten menggelar riset untuk menentukan merek-merek terbaik yang menjadi pilihan masyarakat.

Survei Solo Best Brand Index-Jogja Best Brand Index (SBBI-JBBI) 2014 hadir sebagai wujud kepedulian Solopos dan Harian Jogja baik kepada pengelola merek maupun konsumen. Hasil riset SBBI-JBBI menjadi informasi penting, valid, objektif dan terpercaya mengenai perilaku konsumen di Solo dan Jogja. Inilah riset yang layak Anda percaya sebagai pemandu dinamika perilaku pasar di dua kawasan yang kian erat menyatu : Solo-Jogja.

SBBI-JBBI adalah riset yang dirancang untuk menemukan kekuatan merek (brand equity) produk barang dan jasa yang beredar di Solo-Jogja.  SBBI-JBBI  dinilai melalui variabel dan indikator yang terukur sehingga menghasilkan data yang akurat. Merek sebagai aset yang sangat berharga yang tidak bisa diremehkan pengelola merek maupun konsumen. Bila pelaku usaha ingin memenangkan persaingan, menentukan strategi pemasaran yang jitu,  mengetahui kekuatan merek produknya dan produk pesaing adalah wajib. SBBI-JBBI membantu Anda memenuhi keinginan itu.

Tahun ini SBBI merupakan riset kedelapan yang digelar Solopos.  Sedangkan JBBI menjadi yang ketiga digelar setelah Solopos  menggandeng Harian Jogja. SBBI-JBBI merupakan kelanjutan riset pasar Solo Customer Satisfaction Index (SCSI) yang dilakukan Solopos sejak 2001. Dengan demikian, Solopos saat ini telah melakukan riset pasar baik dalam bentuk SCSI maupun SBBI-JBBI sebanyak 14 kali. Sebuah persembahan luar biasa dari Solopos untuk pemegang merek dan konsumen.

Solo dan Jogja merupakan dua kawasan yang kian menyatu. Dua kota ini memiliki latar sejarah yang sama. Mudahnya moda transportasi menyebabkan mobilitas penduduk Solo-Jogja kian masif. Interaksi ekonomi dua kota ini juga makin intens. Dengan melihat berbagai indikator, Kota Solo dan Jogja pantas diberi label sebagai kota megapolitan.

Meski terdapat berbagai kesamaan, perilaku pasar Solo dan Jogja tak bisa disamakan. Masing-masing kota punya karakter lokal yang  membedakan keduanya. Riset pasar yang dilakukan beberapa lembaga survei secara nasional tak selalu bisa memotret realitas itu. Sehingga diperlukan riset khusus untuk memindai perilaku pasar lokal. SBBI-JBBI hadir untuk menjawab kebutuhan informasi tersebut.  Sekali survei, SBBI-JBBI bisa mengintip potret pasar Solo dan Jogja sekaligus.

Pengalaman SOLOPOS selama 14 tahun menggelar riset pasar menempatkan riset SBBI-JBBI menjadi riset bergengsi di Solo dan Jogja. Kepercayaan pengelola merek dan konsumen terhadap hasil SBBI-JBBI merupakan indikator hasil SBBI-JBBI bisa memenuhi informasi yang mereka butuhkan.

Rentetan tahapan menuju penganugerahan SBBI-JBBI 2014 telah berlangsung. Diawali dengan survei oleh lembaga survei independen Optima Solusi Indonesia (Opsi) pada bulan Desember 2013 hingga Januari 2014 dengan melibatkan melibatkan lebih dari 2.000 responden dengan batas usia 13 tahun hingga 55 tahun. Survei pada 67 produk ini menggunakan  delapan variabel sebagai pembentuk best brand : brand awareness, brand perceive quality, usage, brand performance, social brand, innovationmarket oriented, dan green product.

Bersamaan survei SBBI-JBBI 2014, Solopos juga melakukan survei untuk mengukur indeks keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian Kota Solo dan Jogja pada 2014 terkait pelaksanaan pemilu, baik pemilu legislatif maupun presiden. Survei untuk mencari keyakinan konsumen ini menjadi nilai tambah survei SBBI-JBBI 2014 dibanding tahun sebelumnya.

Kini, saatnya hasil survei dibeberkan. Tahun 2014 ini, merek apa yang mendapat tempat tertinggi di hati masyarakat Solo dan Jogja? Apakah merek Anda masuk dalam deretan pemegang tampuk tertinggi merek di masing-masing kategori yang disurvei?

Kolom

GAGASAN
Pengelolaan Mudik Lebih Baik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (7/7/2017). Esai ini karya Rahmi Nuraini, alumnus Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang. Alamat e-mail penulis adalah rahminoer@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Mudik Lebaran telah usai. Banyak kalangan menyebut pelaksanaan dan pengelolaan arus mudik Lebaran tahun…