Bisnis Indonesia / Juli Nugroho Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia)
Kamis, 15 Februari 2018 07:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Tahun Anjing Tanah, Jangan Sampai Saling Gigit

Kelenteng Poncowinatan siapkan perayaan Imlek.

Solopos.com, JOGJA–Warga Tionghoa di Indonesia akan merayakan Imlek 2018 pada Jumat (16/2/2018). Berdasarkan kalender Imlek, ini adalah tahun 2569 dan tahunnya anjing tanah. Oleh karena itu semua elemen bangsa diharapkan bisa sabar dan saling mengalah demi keutuhan bangsa.

“Anjing itu kan suka menggonggong, jadi saya harap semua bisa introspeksi diri. Dan sebaiknya masyarakat semakin sabar dan mau mengalah. Jangan sampai saling gigit satu sama lain. Apalagi ini masuk tahun politik,” ucap Ketua Yayasan Fuk Ling Miau Angling Wijaya, Rabu (14/2/2018). Yayasan ini sendiri membawahi Kelenteng Gondomanan, Kota Jogja.

Ia mengatakan tak seharusnya para elite mempermainkan politik identitas demi meraih kekuasan semata. Sebab, sejatinya perbedaan suku, golongan dan agama adalah unsur yang membangun Indonesia itu sendiri. Angling menyebut, sebagai bangsa kita adalah saudara, apapun latar belakangnya.

“Ya, mbok kita akur saja semuanya. Sama bangsa lain saja kita baik. Masak sama bangsa sendiri tidak. Mudah-mudahan pihak Kelenteng [Gondomanan] bisa membantu meneguhkan perdamaian di Indonesia,” tambah Angling.

Angling melanjutkan, usaha untuk meneguhkan keberagaman oleh pihak Kelenteng Gondomanan salah satunya terwujud saat perayaaan Cap Go Meh. Ia mengungkapkan pada perayaan tersebut, Kelenteng Gondomanan akan mengundang seorang penyanyi Muslim asal Surabaya. Penyanyi itu sendiri mengenakan jilbab dan seorang tuna netra.

Angling menambahkan, ibadah Imlek akan dilakukan pada Kamis (15/2/2018) malam. Biasanya pada sore hari setiap keluarga akan makan bersama. “Setelah itu akan ke kelenteng untuk ibadah sambil menunggu detik-detik Imlek. Nanti juga akan ada kembang api,” tutupnya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…