Kartun karya Abdul Arif bertajuk Transformation yang mendapatkan penghargaan First Prize dalam 5th Kalder Bursa International Cartoon Contest, Turkey. (goldpencil.id) Kartun karya Abdul Arif bertajuk Transformation yang mendapatkan penghargaan First Prize dalam 5th Kalder Bursa International Cartoon Contest, Turkey. (goldpencil.id)
Kamis, 15 Februari 2018 09:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PRESTASI SEMARANG
Kartunis Abdul Arif Juarai Lomba Internasional di Turki

Prestasi internasional dibukukan kartunis Abdul Arif yang menjuarai lomba di Turki.

Solopos.com, SEMARANG — Kartunis muda Semarang, Abdul Arif, memenangi lomba kartun internasional bertajuk 5th Kalder Bursa International Cartoon Contest, Turkey. “Alhamdulillah, ini penghargaan internasional pertama saya selama tujuh tahun menggeluti seni kartun,” kata Arif yang juga Ketua Gold Pencil Indonesia itu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (13/2/2018).

Pria kelahiran Kudus, 11 Mei 1989 itu membukukan prestasi dengan meraih penghargaan First Prize pada lomba kartun internasional yang diikuti 262 kartunis dari 43 negara tersebut. Total ada 697 karya kartun yang dikirimkan peserta untuk lomba kartun internasional bertema “Managing Transformation” itu, sementara kartunis muda Semarang, Jateng itu mengirimkan dua karya.

“Pada 22 Januari 2018, Kalder Bursa merilis 112 karya yang masuk nominasi. Karya itu telah melewati penjurian awal. Satu karya yang saya kirimkan masuk nominasi,” kata Abdul Arif.

Mengenai karyanya yang mencatatkan prestasi membanggakan warga Semarang itu, Abdul Arif menjelaskan sebenarnya merupakan visualisasi transformasi media cetak ke digital dengan gambar seorang ayah didampingi anaknya sedang menata buku. Buku-buku itu terlihat menumpuk memenuhi ruangan yang kemudian disusun dalam rak yang berbentuk gawai, kata pria yang mulai belajar menggambar kartun sejak tahun 2000 itu.

“Kartun yang menang itu saya beri judul Transformation. Sama dengan tema yang diusung. Yang lagi tren memang isu media digital. Saya tertarik membuat kartun dengan isu itu,” katanya.

Bagi mahasiswa Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu, penghargaan tersebut sangat berarti karena bisa menembus skala internasional. “Tahun lalu, karya saya hanya mentok sebagai finalis di (pada lomba, red.) Korea, China, Luksemburg, Tunisia, dan Turki. Alhamdulillah, sekarang bisa menang,” kenangnya.

Arif sekarang ini aktif belajar kartun bersama sejumlah kartunis yang tergabung dalam Gold Pencil Indonesia yang merupakan lembaga pengembangan dan kajian kartun. “Capaian ini menjadi motivasi bagi saya agar lebih giat belajar lagi. Buat teman-teman kartunis di Semarang, saya dorong terus semangat dalam menggambar,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…