Bali United vs Sriwijaya FC (Twitter/@liga1match)
Kamis, 15 Februari 2018 17:25 WIB JIBI/Solopos/Newswire Indonesia Share :

PIALA PRESIDEN 2018
Bali United Antusias Hadapi Persija

Piala Presiden 2018 memasuki babak final.

Solopos.com, GIANYAR – Bali United berhasil melaju ke babak final Piala Presiden 2018 setelah menyingkirkan Sriwijaya FC. Di babak puncak itu, Bali United akan menantang Persija Jakarta yang sebelumnya sudah menyingkirkan PSMS Medan.

Bali menyingkirkan Sriwijaya FC dengan agregat 1-0. Pada leg pertama, kedua tim bermain imbang 0-0. Sementara pada leg kedua, Bali menang dengan skor 1-0 berkat gol Demerson Bruno Costa. Pelatih Bali United, Hans Pieter, menyambut gembira keberhasilan pasukannya ke final. Apalagi anak asuhnya tampil habis-habisan merebut tiket ke final.

“Kami cukup senang bisa memenangkan pertandingan ini karena Sriwijaya FC adalah tim kuat,” katanya seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (15/2/2018).

Tidak mudah bagi Bali United untuk melaju ke babak final. Sebab pada leg pertama, Bali United hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Sriwijaya FC. Beruntung di leg kedua, Bali United mampu mencetak sebiji gol melalui skema sepak pojok.

“Hal-hal kecil yang tidak kita anggap menentukan hasil pertandingan hari ini. Selamat kepada tim yang bekerja keras. Tentu kami senang bisa ke Jakarta menghadapi Persija di partai final. Persija dan kami tim yang layak bertanding di final,” ungkapnya.

Usai menghadapi Sriwijaya FC, Hans Pieter akan mengistirahatkan pemainnya sehari. Para pemain diberi kesempatan untuk memulihkan kembali kondisi fisiknya usai laga superketat.

“Persiapan akan dikoordinasikan dengan Coach Widodo. Saya tidak terlalu Pikirkan suporter Persija akan lebih banyak dari suporter kami. Fans kami juga akan datang ke manapun kami main. Kita akan mengandalkan dukungan suporter untuk mendukung kami,” tutur Hans.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…