Nadya Astrella Juliana (Instagram @nadyaastrellaj) Nadya Astrella Juliana (Instagram @nadyaastrellaj)
Kamis, 15 Februari 2018 20:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Persiapan Nadya Astrella Asal Solo Ikuti Miss Indonesia 2018

Begini persiapan Nadya Astrella, gadis asal Solo yang mengikuti ajang Miss Indonesia 2018.

Solopos.com, SOLO – Ajang kontes kecantikan bergengsi, Miss Indonesia, kembali digelar. Ada 34 wanita cantik dari pelosok Tanah Air, salah satunya Nadya Astrella Juliana, yang tengah mengikuti karantina di Jakarta. Nadya merupakan gadis muda asal Kota Solo yang menjadi wakil Jawa Tengah dalam kontes tersebut.

Sebelum mengikuti karantina yang dimulai sejak Sabtu (10/2/2018), Nadya telah mengikuti serangkaian audisi pada November 2017 lalu. Gadis kelahiran Solo, 25 Januari 1997 ini berhenti dari perusahaan tempatnya bekerja untuk mengikuti ajang Miss Indonesia. Baca juga: Nadya Astrella Juliana Wakili Jateng di Miss Indonesia 2018

“Nadya sudah ikut audisi sejak November 2017. Jadi, dia kan lulus kuliah dari Curtin University Singapore Oktober 2017, pas ada audisi Miss Indonesia 2018 di Jakarta November 2017 dia langsung ikut. Pas audisi itu ada tahap tes tertulis dan wawancara. Setelah itu, dia pulang ke Solo dan menunggu kabar dari Jakarta,” kata Lily Erlani, ibunda Nadya Astrella, saat berbincang dengan Solopos.com di Restoran Godong Salam, Jalan Adi Sucipto nomor 56A, Kerten, Laweyan, Solo, Rabu (14/2/2018).

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Nadya mendapat kabar jika dirinya dinyatakan lolos dan berhak mewakili provinsi Jawa Tengah di ajang Miss Indonesia pada Januari 2018. Namun, kabar gembira ini tidak boleh langsung disiarkan sebelum konferensi pers resmi dari pihak Yayasan Miss Indonesia.

Nadya Astrella Juliana (dua dari kiri) bersama empat kontestan Miss Indonesia 2018 saat berkunjung ke Rumah Sakit Permata Hijau Jakarta, Rabu (14/2/2018). (Instagram @missindonesia)

Nadya Astrella Juliana (dua dari kiri) bersama empat kontestan Miss Indonesia 2018 saat berkunjung ke Rumah Sakit Permata Hijau Jakarta, Rabu (14/2/2018). (Instagram @missindonesia)

Lily Erlani sangat senang melihat kesungguhan sang anak mempersiapkan diri menuju karantina Miss Indonesia 2018. Selama ini, Nadya sudah cukup akrab dengan dunia mode yang membuatnya tidak kesulitan berjalan di runaway layaknya model. Dia juga aktif mengikuti kegiatan sosial di masyarakat bersama keluarganya.

“Nadya dulu pernah ikut latihan model. Dia juga pernah ikut fashion show, bahkan jadi juri lomba di BTC. Persiapan lainnya soal kegiatan sosial yang kebetulan dia juga sudah biasa ikut acara seperti bakti sosial. Soalnya kan Miss Indonesia itu lebih fokus pada kegiatan sosial. Jadi, setiap kontestan harus mempersiapkan proyek Beauty with a Purpose (BWAP),” sambung Lily.

Pada ajang Miss Indonesia 2018 ini, Nadya mendapat saran untuk mengampanyekan perang melawan kekerasan terhadap anak melalui program BWAP. “Kemarin sempat berkunjung ke Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah. Di sana Nadya diberi masukan untuk mengangkat isu soal melawan kekerasan terhadap anak-anak,” imbuh Lily.

Selain proyek BWAP, Nadya juga menunjukkan kemampuannya bermain biola dalam sesi penjurian talent show yang dilakukan Rabu siang. Dia juga mendapat kesempatan mengunjungi Rumah Sakit Permata Hijau Jakarta bersama empat kontestan lain dari Bangka Belitung, Sumatra Barat, Aceh, dan DKI Jakarta.

Sebagai orang tua, Lily Erlina berharap Nadya bisa memenangkan ajang tersebut dan menjadi wakil Indonesia di Miss World 2018. “Sekarang ini saya enggak bisa komunikasi sama Nadya selama dikarantina. Tapi, saya selalu berdoa supaya Nadya menang. Saya merasa dia punya modal yang cukup, enggak cuma cantik, tapi juga pintar, berjiwa sosial, mandiri, dan pantang menyerah. Dia sudah saya biasakan berbaur dan membantu orang lain sejak kecil. Dia juga fasih berbahasa Inggris dan kemauan belajarnya tinggi. Saya selalu bilang ke dia untuk melakukan yang terbaik dan berdoa kepada Tuhan,” tandasnya.

 

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…