Deklarasi dukungan kepada TGB Muhammad Zainul Majdi untuk maju dalam bursa Calon Presiden pada Pilpres 2019 mendatang, di Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Rabu (14/2/2018). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Deklarasi dukungan kepada TGB Muhammad Zainul Majdi untuk maju dalam bursa Calon Presiden pada Pilpres 2019 mendatang, di Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Rabu (14/2/2018). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 15 Februari 2018 23:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PEMILU 2019
Paguyuban Petani dan Mahasiswa Jogja Dukung Tuan Guru Bajang Maju Pilpres

Calon-calon presiden yang dinilai cocok untuk maju pada Pilpres 2019 mulai bermunculan

 
Solopos.com, SLEMAN- Calon-calon presiden yang dinilai cocok untuk maju pada Pilpres 2019 mulai bermunculan. Salah satunya dukungan kepada Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Koordinator Paguyuban Petani dan Mahasiswa Jogja Eko Winarno mengatakan, ada beberapa tokoh yang kemunculannya cukup menyita perhatian pada Pilpres mendatang. Salah satunya adalah Muhammad Zainul Majdi. Pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini masih menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kemunculan sosok TGB bagi petani cukup menyita perhatian karena beberapa sebab,” katanya di sela-sela deklarasi mendukung TGB maju dalam bursa Calon Presiden pada Pilpres 2019 mendatang, di Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Rabu (14/2/2018)

Menurutnya, TGB merupakan pemimpin muda yang cukup memberikan perhatian, bukan saja pada bidang pertanian tetapi juga terhadap kedaulatan pangan. TGB tak segan mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang membuka keran impor beras dan jagung. “Dari sisi ini bisa dilihat TGB mampu menunjukkan keberpihakannya pada produksi pangan lokal dengan menolak impor,” katanya.

Saat pemerintah pusat memutuskan untuk melakukan impor beras, dan beras impor itu hendak dimasukkan ke NTB, TGB menolak. Dia bahkan berani meminta pemerintah pusat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan impor beras, dan mengingatkan pemerintah pusat agar tidak mendemoralisasi petani dengan impor.

Menurutnya, Gubernur NTB ini menilai pemberian raskin adalah sistem yang keliru meski ditalangi oleh Bulog. Kondisi tersebut berdampak pada masih rendahnya tingkat kesejahteraan petani. Keberpihakan TGB terhadap petani dan pertanian juga tidak hanya ditunjukkan dengan penyataan juga dengan kebijakan.

Saat ini NTB menjadi salah satu yang terdepan dalam menjadikan sektor pertanian (disamping pariwisata) sebagai andalan dalam memacu pertumbuhan eknomi. Di NTB, sektor pertanian mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 24%.

Berangkat dari prestasi itulah, ujar Eko, kehadiran TGB di level nasional benar-benar menjadi harapan petani. Tujuannya agar petani benar-benar memiliki pemimpin yang mampu mewujudkan kedaulatan pangan dan mampu mewujudkan kesejahteraan petani.

“Kami dari PPMY mendukung TGB untuk maju ke Pilpres. Dukungan ini juga sudah dinyatakan para petani di Sumatera Barat,” katanya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…