Suasana menjelang malam perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di kawasan Pasar Gede, Solo, Kamis (15/2/2018) malam. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Suasana menjelang malam perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di kawasan Pasar Gede, Solo, Kamis (15/2/2018) malam. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 15 Februari 2018 22:34 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

IMLEK 2018
Malam Tahun Baru Imlek 2569, Lautan Manusia Padati Pasar Gede Solo

Pasar Gede Solo dipadati masyarakat.

Solopos.com, SOLO—Ribuan warga tumplek blek di sepanjang kawasan Pasar Gede untuk merayakan malam Tahun Baru Imlek 2569/2018, Kamis (15/2/2018) malam.

Suasana menjelang malam perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di kawasan Pasar Gede, Solo, Kamis (15/2/2018) malam. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Suasana menjelang malam perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di kawasan Pasar Gede, Solo, Kamis (15/2/2018) malam. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Warga sudah berdatangan sejak pukul 20.00 WIB. Meski sempat diguyur hujan, warga berbondong-bondong datang memadati kawasan Pasar Gede bak lautan manusia. Mereka tumplek blek berbaur menjadi satu.

Sambil menunggu acara puncak, sebagian terlihat bercengkrama dengan keluarga maupun teman. Mereka tak lupa mengabadikan momen dengan berfoto ria berlatar belakang lampion di sepanjang jembatan Kali Pepe.

“Sambil menunggu, kita foto-foto dulu. Hasil fotonya bagus seperti di China dengan latar belakang lampion,” kata warga Jaten, Kirana Putri kepada Solopos.com.

Ketua Panitia Bersama Solo Imlek 2569/2018 Sumartono Hadinoto mengatakan, tahun baru Imlek yang jatuh 16 Februari dengan shio anjing tanah merupakan salah satu budaya yang perlu dilestarikan. Sekaligus agar tercipta akulturasi dengan budaya lain yang ada di Idonesia.

Suasana menjelang malam perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di kawasan Pasar Gede, Solo, Kamis (15/2/2018) malam. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Suasana menjelang malam perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di kawasan Pasar Gede, Solo, Kamis (15/2/2018) malam. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Dalam rangkaian Solo Imlek Festival, ribuan lampion, neon box 12 shio dipasang di kawasan Pasar Gede. Serta lampion 5 shio anjing tanah, lampion dewa rejeki dan lampion Werkudara, dan punakawan juga dipasang di Jalan Jenderal Sudirman.

Seluruh lampion di seputar Pasar Gede yang tersebar di Jendral Sudirman maupun Jalan Urip Sumoharjo menyala serentak selama satu bulan penuh.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…