Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto beserta pejabat lainnya melihat karya fotografi dari pewarta foto di Kota Madiun dalam acara peringatan HPN 2018, Kamis (15/2/2018). (Istimewa/Pemkot Madiun) Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto beserta pejabat lainnya melihat karya fotografi dari pewarta foto di Kota Madiun dalam acara peringatan HPN 2018, Kamis (15/2/2018). (Istimewa/Pemkot Madiun)
Kamis, 15 Februari 2018 17:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

HARI PERS NASIONAL 2018
Pameran Foto hingga Potong Tumpeng Semarakkan HPN di Kota Madiun

Peringatan HPN 2018, puluhan wartawan mengikuti peringatan HPN yang digelar Pemkot Madiun.

Solopos.com, MADIUN — Puluhan wartawan mengikuti acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Madiun, Kamis (15/2/2018) pagi. Para wartawan yang datang berasal dari berbagai media seperti cetak, elektronik, dan televisi yang bertugas di Kota Madiun.

Acara yang digelar di Balai Kota Madiun itu dipadati para wartawan dan sejumlah pejabat yang hadir. Seorang penyanyi menghibur hadirin dengan suara merdunya hingga membuat suasana semakin ceria.

Sementara itu, deretan foto jurnalistik karya pewarta foto di Kota Madiun terpajang di kompleks Balai Kota setempat. Orang-orang yang datang terlihat menikmati berbagai aktivitas masyarakat di Kota Pecel yang diabadikan dalam karya fotografi.

Tidak hanya itu, pertunjukan pencak silat mewarnai peringatan HPN 2018 itu. Beberapa pesilat melakukan berbagai atraksi sebelum kegiatan peringatan tahunan ini berlangsung.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Eko Pamuji, berharap pers dan pemerintah harus memiliki hubungan yang lebih baik. Dia mengaku senang dengan hubungan yang baik antara Pemkot Madiun dengan para insan pers yang ada di Madiun.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (kedua kiri) bersama Wakil Wali Kota Madiun Armaya (ketiga kiri) memberikan potongan tumpeng kepada perwakilan insan pers di Kota Madiun, Kamis (15/2/2018). (Istimewa/Pemkot Madiun)

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (kedua kiri) bersama Wakil Wali Kota Madiun Armaya (ketiga kiri) memberikan potongan tumpeng kepada perwakilan insan pers di Kota Madiun, Kamis (15/2/2018). (Istimewa/Pemkot Madiun)

Salah satu bukti hubungan baik itu yakni adanya kegiatan peringatan HPN yang diselenggarakan Pemkot untuk para wartawan.

Eko berharap pemerintah tidak alergi terhadap kritikan dari para wartawan. Menurut dia, kritikan sangat penting bagi pemerintahan supaya menjadi lebih baik.

“Pemerintah butuh pers. Dan pers butuh informasi dari pemerintah. Hubungan antara insan pers dan pemerintah harus simbiosis mutualisme,” jelas dia saat memberikan sambutan.

Eko menyebut wartawan itu unik karena memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Selain itu, pers itu memiliki unsur-unsur idealisme dan unsur bisnis. Itu kalau menyangkut industri pers.

Wali Kota Madiun, Sugeng Rismiyanto, menyampaikan selama ini dirinya terbuka atas kritik yang disampaikan oleh wartawan. Namun, selain mengkritik seharusnya seorang wartawan juga harus memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pemerintahan.

Sugeng meminta kepada seluruh insan pers yang ada di Kota Madiun untuk lebih memahami Pancasila dalam setiap kegiatan jurnalistiknya. Pemahaman terhadap Pancasila ini penting supaya tulisan atau karya jurnalistik yang dihasilkan bermanfaat bagi masyarakat secara luas.

Dia menilai selama ini pers di Kota Madiun tidak konsisten dalam pemberitaan. Dia berharap di peringatan HPN ini seluruh insan pers dapat memperbaiki karya-karya jurnalistiknya.

“Saya berharap insan pers bisa memberikan informasi-informasi yang bernilai untuk kepentingan publik di Kota Madiun,” jelas Sugeng.

Acara peringatan HPN 2018 bertema Peran Pers dalam Penyampaian Informasi Bidang Cukai Tembakau kepada Masyarakat itu ditutup dengan memotong nasi tumpeng. Kemudian potongan pertama nasi tumpeng diberikan kepada perwakilan wartawan di Kota Madiun.

 

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…