Jogja
Kamis, 15 Februari 2018 - 16:20 WIB

Dinkes Kota Jogja Teliti Sampel Muntahan Siswa yang Diduga Keracunan Permen Bintang

Redaksi Solopos.com  /  Nina Atmasari  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kepala SD Negeri II Jetisharjo, Temu Lestari (kiri) sedang berbincang dengan para siswi yang sempat mengalami gejala keracunan setelah makan permen. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini menyatakan pihaknya sudah mengambil permen dan sampel muntahan siswa SD Negeri II Jetisharjo yang diduga keracunan permen

 
Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini menyatakan pihaknya sudah mengambil permen dan sampel muntahan siswa SD Negeri II Jetisharjo yang diduga keracunan permen. Sampel tersebut diserahkan ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY untuk diteliti.

Advertisement

Baca juga : 8 Siswa SD di Jogja Diduga Keracunan Permen Bintang

“Sekarang belum ada hasilnya, kami tidak berani menduga-duga,” kata Fita di Balai Kota Jogja. Pihaknya masih menunggu hasil penelitian di laboratorium BBPOM DIY, Kamis (15/2/2018).

Ada delapan siswa yang mengeluh pusing, mual, dan sesak nafas setelah mengkonsumsi permen warna-warni berbentuk bintang pada Rabu (14/2/2018). Mereka sempat dibawa ke puskesmas terdekat, dan sala satunya sempat dirujuk ke Bethesda untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Advertisement

Fita mengatakan semua siswa tersebut saat ini sudah sehat dan mengikuti proses belajar seperti biasa. Ia mengaku selama ini kerap mensosialisasikan ke sekolah-sekolah untuk mengawasi jajanan siswa. Pihaknya mengaku selalu mengingatkan soal kualitas makanan di sekolah.

Baca juga : Diduga Jadi Penyebab Keracunan di SD Jetisharjo, Belasan Strip Permen Bintang Disita Polisi

Dalam kasus dugaan keracunan di SD Negeri II Jetisharjo, kata Fita, permen itu bukan dibeli di kantin sekolah melainkan di luar sekolah. Namun pengawasan dari guru tetap diperlukan.

Advertisement

Fita juga meminta jika ada promosi makanan atau minuman ke dalam sekolah, pihak sekolah perlu melibatkan puskesmas setempat agar mendapat rekomendasi dari ahli gizi terkait makanan yang layak konsumsi.

“Kalau setelah mengkonsumsi sesuatu tiba tiba merasakan pusing agar segera lapor guru supaya cepat tertangani,” kata Fita.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif