Kanit Reskrim Polsek Jetis, Iptu Muzakki menunjukan strip permen bintang yang diamankan dari SD Negeri II Jetisharjo. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Kanit Reskrim Polsek Jetis, Iptu Muzakki menunjukan strip permen bintang yang diamankan dari SD Negeri II Jetisharjo. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 15 Februari 2018 12:24 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Diduga Jadi Penyebab Keracunan di SD Jetisharjo, Belasan Strip Permen Bintang Disita Polisi

Kepolisian Sektor Jetis mengamankan belasan strip permen warna-warni berbentuk bintang dari sekolah dan toko penjual permen di sekitar SD Negeri II Jetisharjo, Jetis, Kamis (15/2/2018)

Solopos.com, JOGJA-Kepolisian Sektor Jetis mengamankan belasan strip permen warna-warni berbentuk bintang dari sekolah dan toko penjual permen di sekitar SD Negeri II Jetisharjo, Jetis, Kamis (15/2/2018). Permen kecil itu diamankan untuk diteliti lebih lanjut.

Baaca juga : 8 Siswa SD di Jogja Diduga Keracunan Permen Bintang

“Kami belum berani menyimpulkan, ini baru akan diteliti di laboratorium,” kata Kanit Reskrim Polsek Jetis, Iptu Muzakki di SD Negeri II Jetisharjo, Kamis.

Selain mengamankan permen, polisi juga meminta keterangan sejumlah pihak terkait kejadian tersebut. Muzakki mengatakan permen kecil warna warni berbentuk bintang itu di produksi dari Tangerang Banten.

Permen tersebut dijual bebas dengan harga satu strip Rp1.000. Satu strip isinya ada tujuh permen. Dari keterangan pemilik toko sekitar sekolah, kata Muzakki, permen itu dijual sales keliling sehingga penjual tidak tahu menahu. “Kami juga belum tahu kandungan dalam permen seperti apa, harus menunggu hasil pemeriksaan dulu,” ucap Muzakki.

Diketahui ada delapan siswa SD Negeri II Jetisharjo yang merasakan gejala keracunan setelah mengkonsumsi permen tersebut pada Rabu (14/2/2018) siang. Mereka sempat menjalani perawatan di Puskesmas Jetis. Bahkan salah satunya dirujuk ke Rumah Sakit Bethesda.

Seorang penjual permen dekat SD Negeri II Jetisharjo, mengaku baru pertama kali menjual permen itu. Ia sudah menjual puluhan strip permen, “Sisanya ada sekitar 15 stip sudah dibawa polisi,” kata pemilik toko.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…