Koleksi arca Rumah Arca Boyolali di kompleks pendopo alit rumah dinas Bupati Boyolali. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Koleksi arca Rumah Arca Boyolali di kompleks pendopo alit rumah dinas Bupati Boyolali. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Rabu, 14 Februari 2018 11:00 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

WISATA BOYOLALI
Rumah Arca Boyolali Simpan 250 Benda Bersejarah

Wisata Boyolali, Rumah Arca Boyolali menyimpan ratusan arca peninggalan sejarah.

Solopos.com, BOYOLALI — Rumah Arca Boyolali yang berada di kompleks pendopo alit rumah dinas Bupati Boyolali, tepatnya di sisi utara Masjid Agung, menyimpan sekitar 250 arca berbagai ukuran.

Arca-arca itu merupakan peninggalan sejarah Nusantara yang ditemukan di wilayah kabupaten yang dikenal sebagai Kota Susu ini. Koleksi arca eragam jenis dan tahun pembuatannya. Namun paling banyak arca ini diperkirakan dibuat pada abad VIII hingga IX Masehi.

Dilihat dari kondisinya, arca-arca ini cukup terawat meskipun banyak yang aus atau tidak utuh saat ditemukan. Misalnya arca Siwa Maha Dewa dan sapi (nandi) sudah tidak berkepala. Demikian pula yoni-yoni yang sebagian patah pada salah satu bagiannya.

Dalam buku catatan arsip/inventaris di Rumah Arca Boyolali, benda-benda peninggalan sejarah ini ditemukan tahun 1970-an dan tahun-tahun berikutnya di berbagai wilayah di antaranya Kecamatan Sawit, Teras, Banyudono, Musuk, dan sebagainya.

Di antara arca yang ditemukan tahun 1970-an adalah arca Budha setinggi 77 cm. Arca ini terbuat dari batu andesit dan ditemukan 1978 di pekarangan Sontopawira, warga Guwokajen, Kecamatan Sawit.

Juru pelihara acra, Karminto, 47 mengatakan arca-arca koleksi Rumah Arca Boyolali merupakan koleksi Taman Kridanggo, Boyolali Kota sebelum kemudian dipindah ke kompleks pendopo tersebut.

“Sebagian yang di sini kan sebenarnya pindahan dari yang di Kridanggo. Sebagian lain dikoleksi Museum Hamong Wardoyo,” ujar Karminto yang berstatus sebagai ASN Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah ini saat berbincang dengan solopos.com, Selasa (13/2/2018).

Di sisi lain, rumah arca yang menempati lahan seluas sekitar 190 meter persegi ini juga menjadi salah satu jujugan pengunjung yang ingin mengetahui benda peninggalah sejarah. Para pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga keluarga.

Umumnya, jumlah pengunjung paling banyak terjadi pada saat libur dan cuaca tidak hujan. “Pengunjung kadang banyak, kadang sedikit, tidak tentu. Tapi paling ramai ya kalau liburan dan cuaca cerah,” imbuhnya.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…