Warga merobohkan sisa tembok ambruk di salah satu rumah warga Dukuh Bakalan, Desa/Kecamatan Ceper, Selasa (13/2/2018). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Warga merobohkan sisa tembok ambruk di salah satu rumah warga Dukuh Bakalan, Desa/Kecamatan Ceper, Selasa (13/2/2018). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Rabu, 14 Februari 2018 01:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

Tembok Rumah Kosong Ambruk Timpa Rumah Tetangga di Klaten

Tembok rumah warga Klaten yang dalam keadaan kosong ambruk menimpa rumah tetangganya hingga rusak.

Solopos.com, KLATEN — Tembok pagar rumah warga Dukuh Bakalan, Desa/Kecamatan Ceper, Klaten, ambruk menimpa teras dan ruang tamu rumah di sampingnya hingga rusak, Senin (12/2/2018) sore.

Tinggi tembok yang ambruk sekitar 8 meter dengan panjang sekitar 15 meter. Ambruknya tembok pagar dan bagian belakang rumah itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Tembok yang ambruk merupakan bagian rumah milik Siswanti.

Selama ini, rumah tersebut tak dihuni lantaran Siswanti tinggal di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara. Sementara rumah yang tertimpa tembok ambruk itu milik Suyatmin, 62.

“Saat kejadian itu saya masih bekerja di wilayah Batur. Ketika pulang tahu-tahu kondisi rumah saya sudah tertimpa tembok ambruk. Saat itu yang di rumah anak dan cucu saya. Alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban karena saat itu berada si bagian tengah rumah,” kata Suyatmin saat ditemui di rumahnya, Selasa (13/2/2018).

Suyatmin menjelaskan tembok ambruk merusak sebagian ruang tamu dan teras rumah selebar 6 meter. Selain itu, tembok yang ambruk merusak dua sepeda motor. “Temboknya sudah kuno. Sebelum ambruk memang kondisinya menghawatirkan,” urai dia.

Kerabat Siswanti, Parman, 60, menjelaskan kondisi tembok yang ambruk berumur 50-an tahun. Sebelum tembok ambruk, kawasan itu diguyur hujan disertai angin kencang.

Pemilik rumah dibantu puluhan warga bergotong royong membersihkan puing tembok. Warga juga merobohkan bagian tembok yang masih berdiri lantaran dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa ambruk.

Kepala Desa Ceper, Ari Suryanto, mengatakan bantuan logistik untuk warga yang bergotong royong serta perbaikan sementara rumah Suyatmin yang rusak sudah disalurkan. “Untuk selanjutnya apakah nanti langsung diperbaiki atau seperti apa itu tergantung pemilik rumah,” jelas dia.

Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…