Harian Umum Solopos edisi Rabu 14 Februari 2018 Harian Umum Solopos edisi Rabu 14 Februari 2018.
Rabu, 14 Februari 2018 11:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
KPK Komentari Revisi UU MD3 hingga Sengketa Tanah Bakal Masjid Sriwedari

Berita halaman utama Harian Umum Solopos hari ini membahas tentang respons KPK terkait revisi UU MD3.

Solopos.com, SOLO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berada di kubu berseberangan dengan DPR yang mengesahkan revisiUU MD3.

KPK malah mendorong ma-syarakat untuk melakukan uji materi (judicial review) UU itu. Salah satu pasal yang terkait KPK adalah aturan KPK tak boleh memanggil anggota DPR tanpa persetujuan presiden.

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, mengatakan UU MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3)mengandung beberapa pasal yang dianggap melanggar konstitusi. KPK mendorong masyarakat melakukan judicial review.

Berita tentang komentar KPK terkait revisi UU MD3 oleh DPR menjadi headline Halaman Utama Harian Umum Solopos edisi Rabu (14/2/2018).  Selain itu ada berita menarik lainnya seperti di bawah ini:

PENGUNDIAN NOMOR URUT : Ricuh di Semarang, Damai di Karanganyar

Awalnya, kedua pendukung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah saling meneriakkan yel-yel dukungan di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa (13/2) malam. Semakin lama, situasi menjadi panas saat nyanyian dukungan itu berubah menjadi saling ejek. Tak hanya itu, sebagian dari mereka merangsek dan saling dorong meski posisi mereka terpisah. Situasi semakin ricuh saat massa saling dorong dan berhadapan langsung. Sebelum keadaan bertambah parah, aparat menembakkan gas air mata. Massa yang sempat berkerumun pun langsung kocar-kacir dan menyelamatkan diri. Ricuh itu berlangsung sekitar 20 menit.

Dalam pengundian nomor urut itu, Ganjar-Yasin mendapat nomor urut 1 sedangkan Sudirman-Ida memperoleh nomor dua. Yang panas tak hanya pendukung namun juga calon. Dalam acara itu, Sudirman melancarkan sindiran jika terpilih tidak akan menambah daftar kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

Di Halaman Soloraya ada berita tentang pembangunan Masjid Sriwedari. Kelompok masyarakat muslim yang mengatasnamakan diri Forum Umat Islam Peduli Pembangunan Masjid Sriwedari meminta pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo (MTSS) ditangguhkan hingga tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan.

Perwakilan Forum Umat Islam Peduli Pembangunan Masjid Sriwedari, Ustaz A. Dahlan, mengatakan niat baik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mendirikan masjid di Jl. Slamet Riyadi patut diapresiasi dan disyukuri oleh umat Islam di Kota Solo.

Namun, jika pembangunan masjid tersebut ternyata dilakukan di tanah sengketa, umat Islam patut memberikan kontrol. Dia menangkap saat ini timbul permasalahan tentang status tanah yang bakal digunakan untuk membangun MTSS. Masing-masing pihak, yakni ahli waris R.M.T. Wirjodiningrat dan Pemkot Solo sama-sama merasa berhak memiliki tanah bekas Taman Hiburan Remaja (THR) itu.

Berita tentang pembangunan Masjid Sriwedari itu menjadi headline di Halaman Soloraya, selain itu ada berita lokal lainnya seperti di bawah ini;

BENCANA ALAM: 4 Hari, Bencana Terjadi di 14 Tempat

Bencana alam terjadi di 14 tempat di Wonogiri hanya dalam waktu empat hari selama paruh Februari ini. Bahkan, dalam satu hari tercatat bencana alam terjadi di tujuh tempat. Bencana alam didominasi tanah longsor.

Data yang diperoleh Espos dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Selasa (13/2), dalam pekan pertama Februari bencana alam terjadi di tujuh tempat dalam dua hari, yakni Sabtu dan Rabu (3 dan 7/2).

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…