Gedung DPRD Sleman, Kamis (18/1/2018). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Gedung DPRD Sleman, Kamis (18/1/2018). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Rabu, 14 Februari 2018 13:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Proyek Gedung DPRD Sleman Ratusan Miliar Belum Sepakati Skema Multiyears

Anggaran multiyears tak jadi tahun ini.

Solopos.com, SLEMAN–Rencana pembangunan Gedung DPRD Sleman terus berlanjut tahun ini. Hanya saja, rencana anggaran multiyears alias tahun jamak untuk proses pembangunan gedung tersebut urung ditetapkan tahun ini.

Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Muhammad Aji Wibowo mengatakan kesepatakan baik ekseskutif maupun legislatif agar proyek pembangunan gedung tersebut menggunakan anggaran multiyears tidak dapat diterapkan tahun ini. “Kalau kesepakatan multiyears belum [belum bisa dilakukan],” katanya Selasa (13/2/2018).

Meski begitu, proses pembangunan Gedung DPRD tersebut tetap dilakukan tahun ini. Hanya saja, penggunaan dananya sesuai yang ditetapkan dalam APBD 2018 sebesar Rp19 miliar dari total kebutuhan pembangunan sebesar Rp135 miliar. “Jadi bangun sebagian dulu [anggarannya] untuk 2018 ini. Baru mekanisme multiyears bisa diterapkan untuk anggaran 2019/2020,” paparnya.

Aji menjelaskan, selama ini belum adanya MoU atau kesepakatan bersama antara Pemkab dengan DPRD terkait pembangunan gedung DPRD menggunakan anggaran multiyears. Alangkah baiknya, usul dia, MoU yang dibuat ke depan berupa Perda karena proyek tersebut akan melewati tahun pergantian Anggota DPRD. “Pileg digelar pada 2019. Karena rencana pembangunan gedung Dewan sampai tahun 2020, maka mekanisme multiyears juga harus disepakati bersama sebelum KUA PPAS [kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara] 2018 ditetapkan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Sleman Sofyan Setyo Darmawan. Menurutnya, belum ada dokumen kesepakatan mengenai mekanisme multiyears untuk proyek pembangunan gedung baru DPRD Sleman itu. Namun dia enggan menjawab apakah seluruh anggota Dewan dapat menyetujui rencana tersebut.

Sekadar diketahui sejak dibangun pada 1990 lalu, gedung tersebut belum pernah direhab total. Tahun ini, baik Dewan maupun Pemkab menyepakati perombakan gedung. Biaya pembangunan gedung baru itu dianggarkan sebesar Rp135 miliar. Jika saat ini konsep bangunan DPRD Sleman landed,  maka bangunan baru nantinya dikonsep secara vertikal setinggi empat lantai, termasuk basement sebagai sarana parkir.

Meski begitu, keputusan dana proyek dengan mekanisme multiyears belum disepakati. Satu sisi, Dewan berharap agar proses pembangunan gedung DPRD bisa selesai pada pertengahan 2019. Di sisi lain, target dengan model anggaran multiyears dinilai belum bisa dipenuhi oleh Pemkab. “Ini sudah dibahas beberapa kali. DED [detail engineering design] sudah, tinggal mekanisme anggarannya,” ujar

Menurut Mirza, setelah dilakukan beberapa kali pertemuan akhirnya ada kesepakatan baru di mana baik DPRD maupun Pemkab akan menerapkan mekanisme anggaran multiyears pada 2019-2020. “Tapi ini masih kesepatakan lisan, belum ada MoU,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sleman Inoki Azmi Purnomo mengatakan, anggaran Rp135 miliar untuk pembangunan gedung DPRD diklaim tidak mengganggu program atau kegiatan pembangunan infrastruktur lainnya di Sleman. Termasuk program-program terkait pengentasan kemiskinan.  Penganggarannya sudah melalui proses yang matang.

Dia berharap, pembangunan gedung baru tersebut tidak menjadi polemik di masyarakat. Sebabnya gedung tersebut juga nanti dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat juga. Untuk tahap awal, proses pembangunan gedung baru itu dianggarkan Rp20 miliar dari total seluruh anggaran Rp135 miliar.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…