Pasangan calon menunjukkan nomor urut saat Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun Tahun 2018di The Sun Hotel Kota Madiun, Selasa (13/2/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pasangan calon menunjukkan nomor urut saat Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun Tahun 2018 di The Sun Hotel Kota Madiun, Selasa (13/2/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 14 Februari 2018 07:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PILKADA 2018
Filosofi Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada Kota Madiun

Pilkada Madiun 2018, ketiga paslon memaknai nomor urut yang didapatnya.

Solopos.com, MADIUN — Ketiga pasangan calon pemilihan wali kota dan wakil wali kota Madiun tahun 2018 telah memilih nomor urut pencalonan. Masing-masing paslon menyampaikan filosofi terhadap nomor urut yang telah didapatkan.

Pasangan nomor urut satu, Maidi dan Inda Raya yang diusung lima partai politik yakni PDIP, Demokrat, PAN, PPP, dan PKB mengaku senang. Maidi mengaku nomor satu merupakan nomor harapannya. Nomor satu merupakan nomor yang selalu digadang-gadang Maidi sejak awal menjadi bakal calon wali kota.

“Sejak awal saya mendapatkan nomor satu. Kemudian memilih nomor urut mendapat nomor satu. Semoga ini menjadi tanda-tanda yang baik. Ini sudah saya impikan sejak lama,” jelas dia kepada wartawan seusai mengikuti pengundian nomor urut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Madiun tahun 2018, Selasa (13/2/2018).

Maidi mengajak seluruh pasangan calon untuk berdemokrasi secara santun dan saling menghargai perbedaan. Selain itu, dia juga meminta untuk seluruh paslon menjaga kondusivitas Kota Madiun selama pelaksanaan Pilkada 2018.

Paslon nomor urut dua yaitu Harryadin Mahardika dan Arief Rahman yang merupakan paslon jalur perseorangan juga senang terhadap nomor urut yang didapat. (baca: Maidi-Inda Nomor 1, Mahardika-Arief Nomor 2, Yusuf-Bambang Nomor 3)

Bagi Mahardika nomor urut dua merupakan bentuk keseimbangan. Saat ini Kota Madiun membutuhkan keseimbangan.

“Dua itu melambangkan keseimbangan. Terutama keseimbangan alam yang dianugerahkan Tuhan. Seperti siang dan malam. Jujur dan bohong. Jahat dan baik. Kami ingin memilih sisi keseimbangan sisi positif,” jelas dosen Universitas Indonesia itu.

Paslon nomor urut tiga yaitu Yusuf Rohana-Bambang wahyudi yang diusung PKS, Golkar, dan Gerindra juga menyampaikan keceriaan mereka mendapatkan nomor urut tiga. Yusuf tidak terlalu banyak menyinggung soal nomor urut yang telah dipilihnya.

Dia menyampaikan akan memajukan tiga komponen penting yang ada di Kota Madiun. Tiga komponen itu antara lain perdagangan dan jasa, pendidikan, dan industri.

“Pendidikan yang ada di Kota Madiun supaya lebih maju dan identitas Kota Madiun sebagai kota pendidikan tidak hanya jargon belaka. Selain itu juga akan menghidupkan UKM yang ada di setiap kelurahan-kelurahan,” terang Yusuf.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…