Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (PP) dan jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang, Selasa (13/2/2018) menertibkan lahan dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stasiun Poncol, Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-PT KAI Daops IV) Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (PP) dan jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang, Selasa (13/2/2018) menertibkan lahan dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stasiun Poncol, Semarang. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-PT KAI Daops IV)
Rabu, 14 Februari 2018 12:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PENGGUSURAN SEMARANG
Satpol PP Bantu PT KAI Bongkar Paksa Lapak PKL Poncol

Penggusuran lapak pedagang kaki lima (PKL) di seputaran Stasiun Poncol Semarang dilaksanakan Satpol PP untuk membantu PT KAI Daops IV Semarang memperluas lahan parkir.

Solopos.com, SEMARANG — Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama polisi dan tentara dikerahkan untuk melaksanakan penggusuran lapak pedagang kaki lima (PKL) yang dibangun liar di seputaran Stasiun Poncol, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (13/2/2018).

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) IV Semarang lahan itu untuk perluasan lahan parkir. Penggusuran PKL dengan cara membongkar paksa bangunan liar di lahan PT KAI Daops IV Semarang itu segera diikuti dengan pemagaran lahan.

Kepala Humas PT KAI Daops IV Semarang Suprapto menjelaskan penertiban lahan itu harus dilakukan karena akan dilakukan pemagaran lahan untuk persiapan perluasan lahan parkir. Menurut dia, empat kios yang menempati lahan seluas 9.000 m2 itu sudah tidak diperpanjang lagi kontraknya karena akan ada perluasan lahan parkir di Stasiun Poncol Semarang.

Ia menyebutkan keberadaan lahan parkir di Stasiun Poncol Semarang sekarang ini sudah tidak mencukupi seiring dengan semakin banyaknya pengguna jasa kereta api (KA). “Jumlah penumpang KA di Stasiun Poncol Semarang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sekarang ini, berkisar 4.500-5.000 orang/hari. Itu hari biasa,” katanya.

Namun, kata dia, ketika masa libur, seperti libur sekolah, hari raya, dan akhir pekan jumlahnya bisa meningkat 6.000 orang/hari sampai 7.000 orang/hari sehingga lahan parkir tidak lagi mencukupi. “Makanya, perluasan lahan parkir dan prasarana pendukung penumpang di Stasiun Poncol Semarang merupakan satu hal yang harus segera terealisasikan,” katanya.

Selain penertiban lahan, secara bersamaan dilakukan pula penataan PKL di sepanjang jalur pedestrian depan Stasiun Poncol, Kota Semarang, Jateng. “Kalau untuk penertiban PKL, ranahnya satpol PP. Kami hanya menertibkan lahan untuk perluasan parkir. Untuk kegiatan ini, kami saling berkoordinasi dengan berbagai pihak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan setidaknya ada tujuh lapak PKL yang dibongkar paksa dalam penggusuran tersebut, empat di antaranya menempati lahan PT KAI Daops IV Semarang. “Lapak yang dibongkar ada tiga PKL, kemudian ada empat PKL yang menempati tanah KAI juga dibongkar,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…