Petugas gabungan membersihkan lpatung Brigjen Slamet Riyadi di kawasan Gladak, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Rabu (14/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Petugas gabungan membersihkan lpatung Brigjen Slamet Riyadi di kawasan Gladak, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Rabu (14/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 14 Februari 2018 23:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Patung Slamet Riyadi Solo Dibersihkan dan Dimandikan Biar Kinclong di Hari Kasih Sayang

Petugas gabungan sejumlah instansi Pemkot Solo bekerja keras membersihkan patung Slamet Riyadi di Bundaran Gladak.

Solopos.com, SOLO — Berlumut dan kotor. Begitulah kondisi patung Brigjen Slamet Riyadi dan bangunan di sekelilingnya di Bundaran Gladak, Solo. Batu alam yang menghiasi tembok fondasi patung Slamet Riyadi pun tak luput dari kotoran bekas oli.

Tak mudah untuk membersihkannya. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkan lumut dan kotoran yang menempel baik di patung Slamet Riyadi maupun di bangunan kelilingnya. Puluhan petugas gabungan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Perlindungan Masyarakat (Linmas), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo bahu membahu pada Rabu (14/2/2018) pagi untuk membersihkannya.

Berbekal sikat, sapu, dan alat pembersih lainnya, mereka membersihkan kotoran tersebut. Tjatur Wahyu Purnomo, petugas Dinas Damkar, begitu semangat menyikat bagian batu alam dinding fondasi patung Slamet Riyadi. Dinding tersebut terdapat bekas ceceran oli.

“Susah dibersihkan bekas ceceran olinya. Sudah disikat juga tidak hilang,” kata dia kepada Solopos.com.

Selain bekas ceceran oli, kondisi patung Slamet Riyadi yang terletak di ujung Jl. Slamet Riyadi itu ini juga dipenuhi lumut. Untuk membersihkan lumut itu, petugas harus menggunakan tangga mobil pemadam kebakaran milik DPK dan Sky Walker milik Dishub.

Seorang petugas tampak membersihkan dengan menyikat bagian patung dari atas ketinggian 10 meter. Seusai dibersihkan patung tersebut ‘dimandikan’ dengan disemprot air dari mobil pemadam kebakaran.

Di lokasi lain, petugas membersihkan trotoar sisi barat Jl. Jenderal Sudirman. Sama seperti pembersihan patung Slamet Riyadi, trotoar dibersihkan juga dengan disikat. Petugas sibuk menyikat trotoar dengan menggunakan sabun dan kemudian disemprot air bersih.

Cara unik ini dilakukan petugas sekaligus dalam memperingati hari kasih sayang serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Damkar. “Sebagian besar masyarakat merayakan hari kasih sayang, kami pun coba ikut-ikutan. Tapi dengan membersihkan patung monumen para pejuang ini sebagai bentuk terima kasih,” kata Kepala Dinas Damkar Solo Gatot Sutanto.

Gatot mengaku beberapa noda bekas oli di patung belum dapat dibersihkan. Diperlukan teknik khusus untuk membersihkannya. Noda bekas oli disebabkan tangan-tangan tidak bertanggung jawab.

Untuk itu, Gatot mengimbau masyarakat turut berpartisipasi dengan tidak mengotori monumen bersejarah itu. “Harapannya masyarakat bisa merawat dan menjaga, yaitu dengan tidak mengotori.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…