Aiptu Al Munir menunjukkan piagam penghargaan yang diberikan Kapolda DIY di Mapolda DIY, Rabu (14/2/2018) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Aiptu Al Munir menunjukkan piagam penghargaan yang diberikan Kapolda DIY di Mapolda DIY, Rabu (14/2/2018) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 14 Februari 2018 16:40 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Lumpuhkan Penyerang Gereja, Personel Polsek Gamping Diganjar Penghargaan

Polisi lumpuhkan penyerang gereja dengan tembakan di kaki.

Solopos.com, SLEMAN–Kepolisian Daerah (Polda) DIY memberikan piagam penghargaan terhadap anggota Polsek Gamping yang telah melumpuhkan pelaku penyerangan di Gereja St Lidwina Bedong, Trihanggo, Gamping.

Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan penghargaan kepada anggota polisi yang berprestasi rutin dilakukan. Penghargaan baik dalam bidang operasional mapun pembinaan dilakukan baik saat apel bulanan ataupun jika ada momen-momen tertentu. “Kalau sekarang memang ada momentum terkait penghargaan kepada anggota yang kemarin dapat melakukan tindakan yang terukur dan dapat melumpuhkan pelaku di gereja [St Lidwina Bedong] itu,” kata dia kepada wartawan, Rabu (14/2/2018).

Salah satu anggota Polsek Gamping yakni Aiptu Al Munir yang melumpuhkan pelaku penyerangan dengan dua tembakan di kaki, dinilai telah melakukan tindakan yang tepat. Meskipun dalam kondisi yang terdesak dan diserang, Al Munir mampu melumpuhkan dan menghindarkan pelaku dari amuk massa.

“Oleh karena itu kami memberikan piagam penghargaan dan pin. Tetapi untuk hal yang lain nanti akan kami upayakan,” ungkapnya.

Sementara itu Al Munir mengucapkan terimakasih kepada Kapolda DIY dan juga Kapolres Sleman yang telah memberikan apresiasi terhadap dirinya. Dengan telah diberikannya penghargaan dia mengaku menjadi lebih termotivasi untuk bekerja dengan baik.

Selain itu, Pria 57 tahun yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun ini mengaku senang dan bangga terhadap penghargaan yang telah diberikan. Baginya pin perak yang tersemat di dada sebelah kanannya telah membawa kebanggaan tersendiri sebagai anggota polisi. “Ini adalah kebanggan tersendiri buat saya,” kata dia.

Berdasarkan Keputusan Kapolda DIY Nomor Kep/150/II/2018, 13 Februari 2018, Tentang Pemberian Piagam. Penghargaan tidak hanya diberikan kepada Aiptu Al Munir, tetapi tiga orang rekan Al Munir yang ikut dalam melumpuhkan pelaku juga diberikan penghargaan. Tiga orang anggota Polsek Gamping itu adalah IPTU Pujiono; Aiptu Prastyanto Julnaidi; dan Brigadir Erwin Riza.

Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : Pelaku Dibawa ke Jakarta Selasa Malam

Sebelumnya diberitakan suasana mencekam dan menegangkan sempat terjadi beberapa menit saat terjadi penyerangan gereja oleh pelaku bernama Suliyono pada Minggu (11/2/2018) lalu. Setelah pelaku melukai empat orang, polisi datang. Al-Munir yang datang bersama tiga rekannya langsung mendekati pelaku dan memberikan dua kali tembakan peringatan. “Saya polisi jangan bergerak,” kata Al Munir kepada pelaku.

Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : Terbaring di RS, Suliyono Tak Dijenguk Keluarganya

Namun bukannya takut, dengan wajah beringas penuh amarah, Suliyono tanpa berkata apa-apa langsung menyerang Al-Munir. Akibatnya tangan kirinya mengalami luka sobek terkena sabetan pedang. Lantaran terus menyerang dan membayakan orang lain Al-Munir kemudian menembak kaki pelaku dengan jarak sekitar dua meter.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…