Tottenham Hotspur (JIBI/REUTERS/Max Rossi)
Rabu, 14 Februari 2018 23:25 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Liga Champions Share :

LIGA CHAMPIONS
Tottenham Memang Tak Boleh Dianggap Remeh

Liga Champions menyajikan penampilan apik Tottenham Hotspur.

Solopos.com, TURIN — Tidak ada lagi yang berani memandang sebelah mata Tottenham Hotspur di Liga Champions. Meski belum pernah menyandang status juara di panggung paling elite Eropa ini, Spurs sudah dua kali membuktikan sebagai penantang serius para tim raksasa musim ini.

Setelah menahan imbang 1-1 (away) dan menang telak 3-1 (home) atas juara bertahan Real Madrid di fase grup, tim polesan Mauricio Pochettino tersebut menahan imbang Juventus 2-2 pada leg pertama babak 16 besar di Allianz Stadium, Turin, Rabu (14/2/2018) dini hari WIB. Hebatnya, Spurs mampu bangkit menyamakan kedudukan meski sempat tertinggal 0-2 lewat brace Gonzalo Higuain hanya dalam tempo 9 menit pembuka.

Spurs menunjukkan fighting spirit dengan gol Harry Kane pada menit ke-35 dan tendangan bebas langsung Christian Eriksen pada menit ke-71. “Tertinggal 0-2 rasanya sangat buruk. Kami mengawali laga dengan jelek. Namun kami menunjukkan karakter bagus dan saya merasa sangat bangga,” jelas Pochettino, seperti dilansir Theguadian.com.

“Kami tim muda di kompetisi ini. Bisa menunjukkan performa seperti itu, ini fantastis. Energinya fantastis dan itu sangat penting karena kami memiliki waktu istirahat lebih pendek sehari,” sambungnya.

Spurs yang menurunkan pemain dengan rata-rata usia 26,1 tahun dalam starting XI mereka tampil lebih energik dan lebih gesit ketimbang Nyonya Tua, julukan Juve, yang tampil dengan pemain berusia rata-rata 29,9 tahun. Pertahanan Juve yang solid dengan hanya kebobolan sekali dalam 16 laga sebelum pertandingan ini, tak mampu membendung tekanan Spurs yang dimotori trio gelandang kreatif mereka, Eriksen, Mousa Dembele, dan Erik Lamela.

Kane yang dipasang sebagai ujung tombak mendapat suplai bola yang cukup. Penyerang Timnas Inggris itu pun mencatatkan gol ketujuh di Liga Champions musim ini. Dia menjadi pemain kedua Inggris yang bisa mengoleksi minimal tujuh gol dalam semusim di Liga Champions, setelah legenda Liverpool, Steven Gerrard.

Sementara Dembele dimainkan sedikit lebih ke belakang untuk menopang Eriksen dan Lamela. Pergerakannya sulit dihentikan. Itu membuat fans Spurs semakin yakin memanggil pemain berusia 31 tahun itu dengan sebutan DembPele (gabungan Dembele dan legenda Brasil, Pele). Spurs sangat dominan dengan menguasai bola hingga 67 persen, sementara Juve hanya kebagian 33 persen.

“Kami mendominasi penguasaan bola dan menekan mereka dengan bermain lebih ke dalam dan memainkan counterattack,” ungkap Pochettino.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…