Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (JIBI/Solopos/Antara/Aloysius Jarot Nugroho) Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (JIBI/Solopos/Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
Rabu, 14 Februari 2018 20:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

KECELAKAAN KLATEN
Ambulans Lazismu Terlibat Kecelakaan saat Hendak Jemput Pasien

Mobil ambulans milik Lazismu Klaten ditabrak sepeda motor saat hendak menjemput pasien.

Solopos.com, KLATEN — Mobil layanan umat gratis milik Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) PC Muhammadiyah Bayat, Klaten, terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di jalan raya Wonosari-Juwiring, Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Rabu (14/2/2018) siang.

Saat itu, mobil ambulans tersebut dalam perjalanan hendak menjemput pasien di RSUD dr. Moewardi Solo. Akibat kecelakaan itu, pengendara sepeda motor dilarikan ke rumah sakit.

Awalnya, sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai Bastian warga Karangdowo melaju dari Wonosari menuju Juwiring. Sementara mobil layanan umat Lazismu yang dikendarai Santoso didampingi Joko melaju dari arah berlawanan.

“Informasinya sepeda motor melaju kencang dan menabrak mobil hingga pengendaranya ngglangsar [tersungkur] saat di tikungan,” kata Ketua Lazismu Bayat, Sriyono, saat dihubungi Solopos.com, Rabu sore.

Sriyono menjelaskan pengendara sepeda motor itu lantas diantar ke RS PKU Muhammadiyah Delanggu menggunakan mobil ambulans yang ditabrak. Dari hasil rontgen, tak ditemukan patah tulang pada tubuh korban.

“Namun ada semacam masalah di bagian tulang belakang akhirnya kami bawa ke RS Orthopedi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” urai dia.

Sriyono menjelaskan mobil ambulans gratis milik Lazismu Bayat itu saat ini berada di Unit Laka Satlantas Polres Klaten. Mobil itu terlibat kecelakaan dalam perjalanan menjemput warga yang menjalani pemeriksaan di RSUD dr. Moewardi, Solo.

“Pasien sudah diantar saat pagi. Saat kecelakaan itu, ambulans dalam perjalanan menjemput,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sriyono menjelaskan Lazismu siap menanggung biaya pengobatan pengendara sepeda motor. “Insya Allah kami siap menanggung. Tetapi, menunggu hasil mediasi nanti seperti apa,” urai dia.

Kepala Desa Bolopleret, Catur Joko Nugroho, mengatakan di tikungan sekitar lokasi kejadian itu memang kerap terjadi kecelakaan. Hal itu karena kondisi tikungan tajam serta minim penerangan saat malam.

“Kalau malam itu sering terjadi kecelakaan. Pernah ada kendaraan yang sampai terjun ke sawah. Kami berharap dengan sangat kepada Pemkab untuk melengkapi penerangan jalan umum terutama di tikungan itu,” katanya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…