Kondisi mobil pikap dan bus Langsung Jaya jurusan Tawangmangu-Solo setelah bertabrakan di Jalan Raya Tawangmangu, Karanganyar, Rabu (14/2/2018) pagi. (Istimewa) Kondisi mobil pikap dan bus Langsung Jaya jurusan Tawangmangu-Solo setelah bertabrakan di Jalan Raya Tawangmangu, Karanganyar, Rabu (14/2/2018) pagi. (Istimewa)
Rabu, 14 Februari 2018 16:08 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

KECELAKAAN KARANGANYAR
Kronologi Tabrakan Maut Mobil Pikap Vs Langsung Jaya di Tawangmangu

Kecelakaan Karanganyar, satu orang meninggal dalam kecelakaan maut di Tawangmangu.

Solopos.com, KARANGANYAR — Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil pikap dengan bus Langsung Jaya terjadi di Jalan Raya Karanganyar-Tawangmangu, tepatnya di Dusun Sumokado, Desa Nglebak, Tawangmangu, Rabu (14/2/2018) pukul 05.00 WIB.

Akibat kejadian itu, pengemudi Daihatsu Gran Max pikap pelat nomor H 1689 YB, Ratna Andry Astuti, 47, warga Mangkuyudan, Purwosari, Laweyan, Solo, meninggal di lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun solopos.com, saat kejadian pikap melaju dari barat ke timur atau dari Karanganyar ke Tawangmangu. Sedangkan bus Langsung Jaya pelat nomor AD 1636 BF yang dikemudikan Waluyo, 44, warga Karangpandan melaju dari arah berlawanan dengan mengangkut penumpang.

Sampai lokasi kejadian, laju pikap berjalan terlalu ke kanan atau memakan jalur berlawanan. Pengemudi bus berupaya menghindar dengan membanting setir ke kiri atau ke arah permukiman. Tetapi, kecelakaan tidak terhindarkan dan pikap menabrak bus. (baca: Mobil Vs Bus Langsung Jaya di Jalan Raya Tawangmangu Karanganyar, 1 Meninggal)

Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Iptu Sutarno, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan dugaan pengemudi pikap mengantuk sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan.

“Dugaan sementara [kecelakaan] karena pengemudi mengantuk. Bus dari Tawangmangu ke Karanganyar sampai di depan garasi PO Rukun Sayur bertabrakan dengan pikap dari arah berlawanan. Keterangan saksi di lapangan, laju pikap terlalu ke kanan,” kata Sutarno saat dihubungi, Rabu.

Pengemudi mobil pikap meninggal di lokasi kejadian. Jenazah Ratna dibawa ke RSUD Karanganyar. “Posisi pengemudi terjepit setir. Bagian depan mobil ringsek. Bagian depan bus juga rusak karena kecelakaan,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…