Rekayasa lalu lintas yang disiapkan Dishub Solo untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2018 di kawasan Pasar Gede Solo, Kamis-Jumat (15-16/2/2018), (Istimewa/Dishub Solo) Rekayasa lalu lintas yang disiapkan Dishub Solo untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2018 di kawasan Pasar Gede Solo, Kamis-Jumat (15-16/2/2018), (Istimewa/Dishub Solo)
Rabu, 14 Februari 2018 18:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

IMLEK 2018
7 Simpang Jalan Solo Ditutup 7 Jam

Dishub Solo akan menutup tujuh simpang jalan selama tujuh jam untuk mendukung kelancaran perayaan Tahun Baru Imlek 2018.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Solo bakal menutup tujuh simpang jalan sekaligus untuk mendukung kelancaran acara perayaan Tahun Baru Imlek 2018 di kawasan Pasar Gede, Kamis (15/2/2018) pukul 18.00 WIB hingga Jumat (16/2/2018) pukul 01.00 WIB.

Ketujuh simpang jalan yang bakal ditutup tersebut, yakni perempatan Jl. Jenderal Sudirman (Kantor Bank Indonesia Solo), pertigaan Denpom IV/4 Solo, perempatan utara Pasar Gede (Jl. Urip Sumoharjo), pertigaan utara Pasar Gede (Jl. Suryopranoto), perempatan Warung Pelem, perempatan Kantor PTPN Solo, dan perempatan Widuran.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan penutupan tujuh simpang jalan itu juga untuk menghindarkan para pengendara dari potensi kemacetan di kawasan Pasar Gede saat dipadati ribuan orang yang ingin menyaksikan perayaan Tahun Baru Imlek.

“Ada tujuh simpang jalan yang bakal kami tutup untuk mendukung penyelenggaraan acara perayaan Tahun Baru Imlek di kawasan Pasar Gede. Kami minta pengertian dari para pengguna kendaraan,” jelas Ari saar diwawancara Solopos.com, Rabu (14/2/2018).

Baca:

Ari menerangkan para pengendara tentu bakal diarahkan melewati jalur pilihan atau alternatif saat tidak bisa melewati kawasan Pasar Gede. Para pengendara di Jl. Urip Sumoharjo dari arah perempatan Panggung (utara) yang ingin ke Jl. Jenderal Sudirman (selatan) misalnya, bakal diarahkan melewati Jl. Ir. Juanda- Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Mayor Kusmanto untuk bisa sampai ke Jl. Jend. Sudirman tanpa melewati kawasan Pasar Gede.

Sementara kendaraan di Jl. Slamet Riyadi (selatan) yang ingin menuju ke arah Jebres (utara) bakal diarahkan melewati Jl. Imam Bonjol-Jl. Ronggowarsito (berlaku dua arah)-Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Ir. Juanda-Jl. Urip Sumoharjo.

“Pada kondisi kepadatan arus lalu lintas tertetu, petugas di lapangan bisa jadi juga akan menutup simpang empat Nonongan arah ke Bundaran Gladak dan bundaran Gladak arah ke Balai Kota. Dua lokasi itu bisa dibuka tutup sewaktu-waktu atau situasional. Yang jelas di lapangan akan ada petugas yang siap membantu pengendara menemukan jalur alternatif pilihan saat kawasan Pasar Gede ditutup,” kata dia.

Dalam kesempatan perayaan Tahun Baru Imlek 2018, Dishub juga menyediakan kantong parkir insidental yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ada sembilan kantong parkir yang direkomendasikan Dishub untuk digunakan pengunjung acara perayaan Tahun Baru Imlek 2018, yakni halaman Benteng Vastenburg, Taman Parkir Loji Wetan, Balai Kota, halaman Gereje Katolik St. Antonius Purbayan, kawasan parkir Pasar Gede, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Suryo Pranoto, Jl. Arifin, Jl. R.E. Martadinata, dan Jl. Mayor Kusmanto.

Kasi Parkir Umum dan Khusus Dishub Solo, Henry Satya Negara, mengatakan tarif parkir di lokasi parkir insidental berlaku progresif. Dengan demikian, para jukir sudah semestinya menarik retribusi parkir di belakang atau saat pengguna kendaraan mau meninggalkan lokasi parkir.

Jukir menarik retribusi parkir dengan besaran yang disesuaikan dengan lamanya waktu parkir masyarakat. Dia meminta para pengunjung perayaan Tahun Baru Imlek 2018 bisa memahami pemberlakuan tarif parkir tersebut. Jika kesulitan dengan sistem progresif, jukir semestinya menarik retribusi di awal dengan besaran maksimal Rp2.000/sepeda motor.

Dia menyebut Dishub kini telah memasang papan informasi pemberlakuan tarif bagi pengunjung perayaan Tahun Baru Imlek.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…